Sukses

Penyebab dan Mengatasi Migrain

14 Apr 2019, 11:41 WIB
Pria, 23 tahun.

Selamat sore dok.. saya dulu pernah kecelakaan dan pernah sampai gegar otak.. setelah beberapa bulan sering mengalami sakit kepala sebelah entah itu.. gejala yang sering saya alami awal.nya mata seperti berkunang2 dan setelah bberapa menit langsung sakit kepala di sebelah kanan dan sampai leher.. bisa beberapa jam malah sampai 2 hari.. apakah itu migrain atau vertigo.. dan penyebuhannya gimana ya dok..trima kasih dok

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Kapan kejadian kecelakaan yang anda alami? apakah sudah lebih dari bertahun-tahun? Jika ya kemungkinan penyebab keluhan anda tidak berkaitan dengan efek dari kecelakaan tersebut. 

Dari keterangan anda sepertinya anda mengalami migrain. 

Migrain adalah sakit kepala yang terasa seperti berdenyut dengan tingkat sedang hingga parah. Biasanya hanya menyerang di satu sisi kepala saja.Menurut data WHO tahun 2016, orang dewasa yang memiliki kelainan sakit kepala mencapai 50 persen dari total populasi dunia. Pada tahun 2015, setengah sampai tiga perempat populasi orang berusia 18-65 tahun dunia menderita sakit kepala dan 30 persen di antaranya migrain. Umumnya, migrain diderita oleh wanita.

Tanpa pengobatan, biasanya migrain dapat berlangsung selama 4 jam. Namun, migrain tingkat parah dapat berlangsung hingga satu minggu. Frekuensi munculnya berbeda untuk tiap penderita. Tapi secara rata-rata, migrain muncul 2-4 kali sebulan. Pada beberapa kasus, migrain bisa saja muncul tiap beberapa hari sekali.

Migrain sebenarnya tidak dapat disembuhkan. Namun, frekuensi dan nyerinya bisa dikontrol menjadi lebih jarang dan ringan. Penanganannya pun berbeda untuk tiap penderita. Jadi, Anda mungkin harus mencoba beberapa metode penanganan berbeda sebelum menemukan yang cocok. Pilihan penanganan bergantung pada frekuensi, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan secara umum. Ini juga termasuk kondisi khusus seperti wanita hamil dan menyusui.

Tiap penderita memiliki preferensi berbeda dalam menanggulangi migrain. Anda bisa saja merasa sangat terbantu dengan tidur atau berbaring di dalam ruangan gelap. Namun ada juga yang mencari kenyamanan dengan cara mengonsumsi sesuatu.

Biasanya penderita migrain mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan nyeri dan meringankan rasa mual. Namun sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Obat pereda sakit

Banyak penderita migrain terbantu dengan obat-obatan pereda sakit yang dijual bebas seperti parasetamol, ibuprofen, dan aspirin. Waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat pereda sakit adalah pada saat awal migrain melanda. Sebab obat memerlukan waktu untuk larut dalam darah dan meredakan gejala.

Tidak disarankan untuk mengonsumsi obat di saat nyeri sudah berlarut-larut karena efeknya tidak akan terlalu terasa. Obat pereda sakit berbentuk tablet larut adalah alternatif obat yang bisa Anda coba. Obat ini akan lebih cepat meresap ke dalam aliran darah. Tapi ingat, aspirin dan ibuprofen tidak disarankan untuk penderita berusia di bawah 16 tahun dan Anda yang memiliki masalah gangguan perut seperti maag.

Berkonsultasilah ke dokter jika Anda tidak merasa gejala membaik. Dokter mungkin akan memberikan obat dalam dosis lebih tinggi atau merekomendasikan obat pereda sakit yang dikombinasi dengan triptan dan obat antimual.

Triptan

Ini adalah kelompok obat-obatan yang secara spesifik dapat mengurangi migrain. Triptan bekerja dengan meredam perubahan zat kimia pada otak yang menjadi penyebab migrain. Kelompok obat ini akan membuat pembuluh darah menyempit sehingga menghalangi sinyal sakit pada saraf otak. Karena fungsinya itulah triptan tidak boleh diberikan jika Anda memiliki risiko stroke atau serangan jantung. Efek samping triptan lainnya antara lain menimbulkan rasa panas, kesemutan, mual, mulut kering, mengantuk, pusing, dan lemah otot.

Obat antimual

Pada penderita migrain, obat antimual dapat meredakan gejala walaupun penderita tidak merasakan mual atau ingin muntah. Sama dengan obat pereda sakit, obat antimual paling efektif diminum sesaat setelah migrain muncul. Biasanya obat ini berbentuk tablet. Efek samping obat antimual biasanya mengantuk dan diare.

Pengobatan untuk wanita hamil dan menyusui

Secara umum, penanganan migrain dengan menggunakan obat-obatan harus dibatasi saat penderita hamil atau menyusui. Sebaiknya penderita menghindari pemicu agar migrain tidak kambuh. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat pereda sakit dosis rendah seperti parasetamol. Namun, sebelum meminum obat Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Cegah Migrain

Kenali pemicu migrain Anda, seperti stres atau makanan tertentu, agar bisa menghindarinya. Ini akan mengurangi risiko migrain kambuh. Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga teratur, serta memantang makanan atau minuman yang diduga bisa memicu migrain seperti kafein juga dapat meminimalisir peluang migrain menyerang.

Untuk wanita, karena migrain seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon esterogen seperti pil KB.

Kapan migrain harus ditangani serius?

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter apabila terjadi hal-hal berikut ini:

Frekuensi gejala migrain cukup sering dialamiTingkat keparahan gejala tidak lagi dapat diatasi dengan mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas. Konsumsi obat pereda sakit juga harus sesuai petunjuk. Jika dikonsumsi terlalu banyak, tubuh akan menjadi kebal terhadapnya.Migrain muncul lebih dari lima hari sebulan, meskipun Anda sudah mencoba mengontrolnya dengan obat-obatanAnda pun harus waspada karena sakit kepala seringkali merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih serius. Contoh penyakit yang dimaksud adalah stroke atau radang otak, terutama jika muncul kondisi berikut:Kesulitan bicaraSakit kepala tak tertahankan yang tidak pernah dialami sebelumnyaSakit kepala yang disertai demam tinggi, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, dan ruamLengan atau wajah, sebagian atau seluruhnya, lumpuh atau terasa lemasJika Anda mengalami gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

 

Baca juga: Seputar Migrain

Demikian, semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar