Sukses

Bintik-Bintik di Daerah Bibir

04 Apr 2019, 13:34 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok saya mau nanya. Kenapa kalau saya berciuman sama pasangan setelah itu timbul bintik2 di bibir saya. Seperti bintik putih tapi tidak ada isinya. Apakah pasangan saya penyebab nya dok??

Terima kasih telah bertanya seputar Masalah Kulit menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Perlu diketahui, bahwa penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu herpes zooster (yang lebih dikenal dengan cacar air) dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virusnya berbeda, di mana herpes zooster disebabkan oleh virus varicela zoster (VVZ) sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh Herpes Simplex Virus(HSV). Perbedaan jenis virus ini tentu saja membuat manifestasi klinisnya juga berbeda. Dalam artikel ini akan lebih banyak dibahas mengenai herpes simpleks, terutama yang terjadi di daerah rongga mulut.

HSV sendiri ada dua macam meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi.

Serangan pertama atau disebut infeksi primer dari HSV tipe 1 biasa terjadi pada anak-anak dan remaja, sedangkan infeksi primer dari HSV tipe 2 lazim dijumpai setelah pubertas dan ditularkan secara seksual. Selama terjadi serangan, virus keluar dari persyarafan menuju kulit atau membran mukosa di mana ia berkembang biak dan menimbulkan gejala klinis. Setelah setiap serangan, virus ini akan kembali ke serabut syaraf dan kembali memasuki fase laten yaitu keadaan istirahat.

Infeksi HSV 1 dapat diteruskan dari seseorang yang sedang mengalami infeksi aktif, atau dari penderita tanpa gejala apapun. Pada saat sedang dalam keadaan aktif, virus berada di saliva(liur) dan dapat berada di situ selama sedang terjadi serangan klinis dan beberapa hari atau minggu setelahnya. Penyebaran virus dapat terjadi dengan kontak langsung dengan sekresi yang terinfeksi atau dengan kontak langsung dengan kulit penderita di daerah yang terinfeksi. Kenyataan bahwa penyakit ini sering ditularkan selama kegiatan vaginal, anal ataupun oral seks membuat penyakit herpes sering dikategorikan sebagai sexual transmitted disease.

Rekurensi atau kambuhnya penyakit ini sering dikaitkan dengan menurunnya imun tubuh, atau pada saat penderita mengalami stress emosional. Selain itu radiasi ultraviolet yaitu paparan sinar matahari yang berlebihan, faktor hormonal, atau adanya infeksi lain dan trauma pada daerah yang terkena juga dapat menjadi faktor pemicu aktifnya virus herpes simpleks ini. Namun pada banyak kasus ada juga kemungkinan penyakit herpes kambuh tanpa alasan yang jelas. Umumnya penyakit ini akan sembuh dalam waktu 7-10 hari tanpa menyisakan jaringan parut. Bila keluhan tidak begitu berat, infeksi HSV tipe 1 ini tidak membutuhkan perawatan. Namun kebanyakan kasus membutuhkan perawatan dengan obat antivirus contohnya aciclovir.

Demikian informasi seputar Masalah Kulit yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.              

0 Komentar

Belum ada komentar