Sukses

BAB Keras

29 Mar 2019, 05:01 WIB
Pria, 19 tahun.

dok 3 hari yg lalu saat saya BAB fases saya keras namun saya paksakan akibatnya mungkin anus terluka & mengeluarkan darah tapi hanya sedikit & sekarang saya sudah tidak BAB selama 3 hari sejak terakhir kali saya BAB namun di hari ke-2 sebenarnya saya sudah mau BAB namun fases keras dan susah untuk di keluarkan akhirnya saya putuskan untuk menunda BAB akhirnya siang hari saya membeli Dulcolax dan meminumnya 1 biji, saat malam hari setelah makan saya ingin BAB namun fases masih saja keras & susah di keluarkan, akhirnya saya tunda lagi, saya memang terlalu sering duduk & jarang olahraga, cara agar fases menjadi lembut bagaimana dok apa saya harus minum 2 biji Dulcolax agar fases menjadi lembut? mohon untuk diberi solusinya dok. Terima kasih sebelumnya.

Terima kasih telah menggunakan layanan TanyaDokter Klikdokter tentang Mengatasi BAB Keras.

BAB keras disebut juga dengan konstipasi. Konstipasi adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), atau penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Jika BAB keras dipaksakan dengan cara mengedan maka dapat terjadi iritasi pada daerah sekitar lubang dubur sehingga dapat timbul perdarahan. Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid. Perdarahan pada wasir jika tidak terlalu banyak dapat berhenti sendiri, namun jika luka daerah tersebut terlalu luas maka perdarahan dapat sulit berhenti. Hal yang Anda perlu lakukan saat ini adalah mencegah terjadinya konstipasi.

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. 

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya. Teh daun jati mengandung sennosida yang bersifat memiliki sifat sebagai laksatif alami. Namun bila diminum berlebihan dapat timbul efek samping seperti diare, nyeri/kram perut, atau mual. Karena itu sebaiknya tidak dimunum secara berlebihan.

Demikian informasi tentang Mengatasi BAB Keraskami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar