Sukses

Flek Selama 2 Minggu
25 Mar 2019, 10:25 WIB
Pria, 21 tahun.

Malam dok, mau nanya, sebelum haid normal (mengeluarkan darah kotor) biasanya keluar berupa flek, nah saya sudah hampir 2 minggu keluar flek terus dok, sementara haid darahnya belom keluar juga, biasanya cuma 1 atau 2 hari flek, setelah itu darah kotor biasa. itu gimana ya dok? mohon solusinya dok? terimakasih :)

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Adanya keluar darah flek kecoklatan bisa saja itu darah haid. Siklus menstruasi yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. Menoragiamerupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal. Sementara menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut sebagai hipermenorrea. 

Menstruasi yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia.

Gejala-gejala yang timbul akibat anemia diantaranya adalah napas menjadi lebih pendek, mudah lelah, jari tangan dan kaki menjadi kebas, sakit kepala, depresi, konsentrasi menurun, dll. (Baca: Sering Lemas? Waspada Gejala Kurang Darah!)

Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:

pasien perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turutperlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam harimenstruasi berlangsung lebih dari 7 haridarah menstruasi dapat berupa gumpalan-gumpalan darahterdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.Penyebab Menoragia

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

a) Adanya Kelainan Organik:

infeksi saluran reproduksikelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dllDisfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.b) Kelainan Hormon Endokrin

Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll

c) Kelainan Anatomi Rahim

Seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.

d) Latrogenik

Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.

Pengobatan Menoragia

Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh. (Baca:4 Tips Diet Pencegah Anemia).

Selain itu, menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan iasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron. 

Menorrhagia yang terjadi akibat adanya mioma dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi.

Baca juga:

Normalkah Nyeri Haid?

Siklus Menstruasi yang Normal?

Tips Mengatasi Keluhan MenstruasiKami sarankan, agar anda memeriksakan kesehatan anda ke dokter spesialis kandungan. Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,   

0 Komentar

Belum ada komentar