Sukses

Telinga Berdenging
15 Mar 2019, 22:57 WIB
Pria, 21 tahun.

Assalammualaikum dok, saya andy. beberapa bulan ini saya sering mengalami telinga kiri berdenging, terasa penuh dan kadang ada rasa denyut ringan. beberapa kali sudah di cek di THT lalu di suction(disedot) dan didiagnosa infeksi telinga. Dokter memberikan resep obat antibiotik, vit c dan citirizine. beberapa minggu setelah diperiksa ke tht telinga kembali normal tapi denging masih ada tapi ringan perlahan normal. sebulan merasa normal, tiba-tiba saya kembali merasakan gejala telinga berdenging, terasa penuh seperti ada cairan kekuningan ketika saya mencoba menekan telinga dengan tisu. saya kembali ke THT seperti biasa disedot dan diberi obat yang sama dengan kemarin tapi tambahan dikasih obat tetes h2o2 dan tarivid. sebelumnya saya punya pantangan untuk tidak boleh minum minuman dingin, tapi kadang suka lupa dok :), beberapa minggu perlahan normal tp denging tipis ada. beberapa bulan terasa normal, tbtb hidung saya terasa pilek tiap pagi, dan beberapa hari berikutnya telinga saya kembali lagi berdenging, terasa penuh disertai cairan kekuningan tp tidak mengalir keluar,. jadi dok, sebenarnya apa yang terjadi dengan telinga saya? apakah telinga saya bisa kembali normal seperti setahun yang lalu yang tidak pernah terjadi seperti ini? Terimakasih dok.

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terimakasih telah bertanya tentang telinga berdengung melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah ada keluhan lain seperti gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga, demam, telinga kemerahan, bengkak, atau lainnya? Kemungkinan apa yang Anda rasakan adalah Tinnitus. Tinnitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal.

Tinnitus bukanlah penyakit namun suatu gejala dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinnitus, sebagai berikut:

Tinnitus Subjektif : hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otakTinnitus Objektif : dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.Penyebab yang umum ditemukan pada tinnitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinnitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (lingkungan pekerjaan industri, MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinnitus adalah:

Adanya kotoran terlalu banyak dalam telingaPerubahan pada tulang telinga bagian tengahMeniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam)Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinnitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinnitus pada satu sisi telinga saja)Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinnitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinnitus objektif)Stress dan depresi (jika tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinnitus lain tidak dapat diidentifikasi).

Tidak ada obat khusus untuk tinnitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Keluhan telinga berdengung Anda tidak berhubungan dengan sakit maag yang Anda alami. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang telinga berdengung. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar