Sukses

Konstipasi pada Dewasa dan Sakit Jantung

11 Mar 2019, 05:02 WIB
Wanita, 26 tahun.

Siang dok...tny dok...ibu sy kn puny keluhan jantung....bab y tu kdang 1 bln sekli. Sampe lmes kluar kringat dingin n jg badanny menggigil...dlu diperiksakn ken jntungy jg...kluar dr rm skt bab y lancar...tp kadang ug kyk gt lg dok..mhon penjelsanny

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami turut prihatin akan kondisi Ibu Anda.

Terlepas dari sakit jantung yang dialami, ibu Anda mengalami yang disebut dengan konstipasi kronis atau sulit BAB.

Konstipasi adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, atau BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

Gejala dari konstipasi adalah:

  • BAB kurang dari 3 kali seminggu
  • BAB keras atau bergumpal-gumpal
  • Harus mengedan ketika BAB
  • Terasa seperti ada sumbatan pada rektum yang menghambat pengeluaran tinja
  • Terasa seperti tidak bisa mengeluarkan tinja secara tuntas
  • Memerlukan bantuan untuk mengosongkan rektum, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut atau jari-jari untuk mengeluarkan tinja dari rektum

Bila Ibu Anda mengalami 2 atau lebih dari gejala-gejala di atas selama 3 bulan terakhir, artinya mengalami konstipasi kronis.

Penyebab konstipasi sangat banyak, yaitu:

  1. Hambatan pada kolon/usus besar atau rektum, yang disebabkan oleh fisura ani (lecet/luka pada anus), obstruksi usus, kanker usus besar, striktur usus (penyempitan rongga usus besar), kanker rektum, dan rektokel (kantong rektum membonjol ke arah dinding belakang vagina).
  2. Gangguan pada saraf-saraf di sekitar kolon dan rektum, yang terjadi pada neuropati otonom, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan stroke.
  3. Gangguan pada otot-otot yang terlibat dalam proses BAB, seperti ketidakmampuan untuk merelaksasi otot-otot panggul yang diperlukan untuk mengeluarkan tinja (anismus), otot panggul melemah atau tidak berkontraksi secara benar.
  4. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi hormon tubuh, seperti diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, dan hipotiroidisme.

Selain penyakit jantung, adakah penyakit-penyakit tertentu yang Ibu Anda alami sehingga memicu konstipasi ini?

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinjaJangan menahan BAB.
  • Bila perlu, gunakan pencahar. Pencahar yang paling aman ialah yang mengandung laktulosa. Pencahar ini bekerja dengan membentuk massa, yang kemudian akan merangsang usus besar untuk BAB. Produk pencahar lainnya, termasuk yang ibu Anda konsumsi sebaiknya digunakan secara terbatas dan atas anjuran dokter.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya. Jika ini dibiarkan, dapat semakin memperberat kerja jantungnya, terlebih bila Ibu Anda harus selalu mengejan keras saat ingin mengeluarkan BAB.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar