Sukses

Leiomyoma Uteri

06 Mar 2019, 05:50 WIB
Wanita, 40 tahun.

Jadi setelah operasi pengangkatan miom, saya menerima hasil laboratorium yang menjelaskan bahwa saya terkena penyakit leiomioma uteri, apa benar penyakit tersebut termasuk penyakit ganas di uterus? Dan apakah cara penyembuhannya harus melalui kemotheraphy? Terima kasih dok. Ditunggu jawabannya segera.

Terima kasih telah bertanya seputar Leiomyoma Uteri menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Leiomyoma / mioma uteri adalah neoplasma otot polos jinak yang muncul dari lapisan myometrium uterus. Mioma uteri terdiri dari kolagen-kolagen yang membentuk konsistensi fibroid. Insidennya pada wanita sekitar 20 – 25%. Kebanyakan mioma ini berbentuk bulat atau bundar, warnanya putih seperti buah pear, padat, dan bagian terluarnya dibungkus oleh lapisan jaringan ikat tipis, sehingga batasnya tegas dengan jaringan myometrium di sekitarnya. Secara histologi, ia terdiri dari sel-sel otot polos berbentuk lonjong yang berkumpul dalam suatu ikatan yang berputar-putar dan bersilang-silang satu sama lain. 

Patogenesis

Mioma uteri sebenarnya berasal dari sebuah sel miosit progenitor tunggal. Mutasi primer yang menginisiasi pembentukan tumor masih belum diketahui, namun 40% dari mioma uteri ini teridentifikasi mengalami defek kariotipe, seperti di kromosom 6, 7, 12 dan 14.

Selain itu, mioma uteri adalah tumor yang sensitif terhadap estrogen dan progesteron. Oleh sebab itu, ia tumbuh selama tahun-tahun reproduksi, dan setelah menopause tumor ini mengecil dan insidennya juga lebih rendah. Mioma uteri ini membentuk lingkungan yang hiperestrogen, dimana estrogen diperlukan untuk pertumbuhannya. Perbedaannya dengan sel miosit normal antara lain: Pertama, mioma uteri ini memiliki densitas reseptor estrogen yang lebih hebat sehingga ikatan estradiol juga akan lebih besar. Kedua, tumor ini mengonversikan sedikit estrogen menjadi estrone yang lemah. Dan yang ketiga, mioma uteri memiliki kadar sitokrom P450 aromatase yang lebih tinggi dibandingkan miosit normal. Sitokrom ini mengkatalisis konversi androgen menjadi estrogen. Dengan kata lain, apa saja kondisi yang berhubungan dengan peningkatan produksi estrogen, maka ia akan mendorong pertumbuhan mioma uteri.

Beberapa kondisi yang berhubungan dengan peningkatan produksi estrogen misalnya saja pada tahun-tahun peningkatan paparan estrogen saat awal menarche dan saat meningkatnya BMI (Body mass index). Wanita yang obese memproduksi lebih banyak estrogen dari peningkatan konversi adiposa dari androgen menjadi estrogen, dan akibat menurunnya produksi sex-hormone binding globulin di hepar.

Berbeda dengan estrogen, progesteron dapat melakukan dua hal, yakni menghambat dan menstimulasi pertumbuhan mioma uteri. Beberapa penelitian menunjukkan, insiden perkembangan mioma uteri lebih rendah dengan pemberian medroxyprogesteron. Mioma uteri juga mengecil jika diberikan hormon GnRH agonist. Namun, jika progesteron diberikan bersamaan dengan GnRH agonis, maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan tumor.

Faktor Risiko

a. Faktor yang meningkatkan risiko

Diantara faktor risiko mioma uteri antara lain:

menarche dini –> meningkatnya lama paparan estrogen

obesitas –> meningkatnya konversi androgen menjadi estrogenras

afrika-amerika –> genetikriwayat keluarga

 

b. Faktor yang menurunkan risiko

Post menopause –> terjadinya hipoestrogenisme

kehamilan –> adanya jeda paparan estrogen dan adanya remodeling uterus selama involusi post partum

obat kontrasepsi oral kombinasi –> paparan estrogen dilawan oleh progesteron

merokok –> mengurangi kadar estrogen dalam darah

Klasifikasi

Mioma uteri diklasifikasikan berdasarkan lokasinya dan arah pertumbuhannya.

Leiomyoma subserosa : berasal dari perbatasan miosit dengan serosa uterus, dan pertumbuhannya mengarah ke luar kavum uteri dan uterus itu sendiri. Jika tumor ini hanya menempel dengan myometrium progenitornya lewat sebuah tangkai maka disebut pedunculated leiomyomas. Jika tumor ini menempelkan dirinya ke dekat struktur pelvis terdekat lainnya maka disebut Parastic leiomyoma.

Leiomyoma intramural: adalah mioma yang tumbuh di tengah dinding uterus/ di lapisan ototnya.

Leiomyoma submukosa: mioma yang dekat dengan endometrium dan tumbuh mengarah dan menonjol di kavum uteri.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:

USG (ultrasonografi) –> gambaran bervariasi, dapat hypo hingga hyperechoic,tergantung rasio otot polos dan jaringan ikannya dan apabila adanya degenerasi. Kalsifikasi dan degenerasi kistik lebih hiperechoic, sedangkan kistik atau degenerasi miksoid lebih hipoechoic.

SIS (Saline-infusion sonography), hysteorscopy dan hysterosalpingography (HSG) untuk melihat kavum endometrium jika ditemukan keluhan menoragia, dismenorea atau infertilitas yang dicurigai karena tumor.

Doppler imaging untuk membedakan mioma uteri dengan polip endometrium atau adenomiosis.

MRI (magnetic resonance imaging) –> lebih akurat untuk melihat ukuran, jumlah dan lokasinya.

Terapi dengan obat: anti inflamasi non steorid (NSAID), obat kombinasi kontrasepsi oral (COC), dan agonis GnRH. GnRH agonis biasanya juga digunakan untuk obat preoperatif sebelum pembedahan untuk mengecilkan ukuran tumor.

Terapi pembedahan: meliputi histerektomi, miomektomi dan miolisis.

1.Histerektomi: pengangkatan uterus, adalah tatalaksana definitif dan pembedahan tersering dari mioma uteri.

2.Miomektomi: reseksi tumor, adalah pilihan untuk wanita dengan gejala namun ingin memiliki anak, atau untuk mereka yang menolak histerektomi. Miomektomi dapat dilakukan via laparoskopi, histeroskopi atau via insisi laparotomi. Miomektomi biasanya memperbaiki keluhan nyeri, infertilitas dan perdarahan. Namun, risiko rekurensi mioma uteri lebih tinggi, rata-rata 40-50%.

3.Miolisis, yakni menginduksi nekrosis dan penyusutan mioma uteri  dengan kauter mono atau bipolar, laser vaporization atau krioterapi. Dilaukan dengan teknik laparoskopi. Berisiko mengenai miometrium normal dan meningkatkan nyeri post operasi. Masih dalam penelitian.

 

Demikian informasi seputar Leiomyoma Uteri yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,                   

0 Komentar

Belum ada komentar