Sukses

Putus obat TB 1 minggu pada kehamilan

02 Mar 2019, 10:39 WIB
Wanita, 33 tahun.

Hallo dokter, saya saat sedang menjalani pengobatan tb bln ke 5 dan ternyata saya hamil sudah 5 minggu dan saya tetap melnjutkan minum obat tb nya, tetapi setiap saya minum obat tb itu jarak 1/2 sampai 1 jam slalu saya muntahkan kembali, dan saya tdk mengulangi untuk minum obat tb nya lg setelah saya muntahkan. Akhirnya setelah 2 minggu berjalan saya berhentikan minum obat tb nya krn saya ngerasa badan saya semakin gak karuan rasanya dan mual muntah ketika saya minum obat tb, tetapi kekita di hari saya tdk minum obat tb badan saya terasa lebih enak..skrng sdh 1 minggu saya tdk minum obat tb nya sdngkn pngobatan tinggal 1 bln lg. Yang ingin saya tanyakan apakah berbahaya jika saya berhentikan minum obat tb nya bagi diri saya dan janin. Bagaimanakah saran dokter apakah saya harus tetap melanjutkan minum obat tb nya, apakah msh bisa di lanjutkan minum obat tb nya walau sdh 1 minggu terhenti.

Terima kasih telah bertanya seputar putus obat TB 1 minggu pada kehamilan menggunakan fitur Tanya Dokter.

Obat anti TB (OAT) lini pertama (Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol) aman digunakan selama kehamilan. Obat TB yang tidak aman untuk kehamilan adalah Streptomisin, obat ini seringkali dipergunakan bila obat TB biasa (seperti rimstar) tidak mempan lagi. Anda tidak perlu ragu menggunakan obat anti TB pada kehamilan baik untuk TB paru maupun TB luar paru (kelenjar, usus, tulang, dll), dan tidak perlu menghentikan obat anti TB bila selama pengobatan ternyata hamil. Konsumsi obat anti TB selama kehamilan akan menyelamatkan ibu dan bayinya dari sakit TB. Selain itu juga akan membebaskan orang sekitar dari risiko tertular penyakit ini. 

Hal yang perlu dipersiapkan dalam  kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol. Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas. 

Pada kasus putus obat, kuman yang tersisa dapat menjadi lebih resisten/kebal terhadap pengobatan yang Anda, dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius, sehingga dapat dibutuhkan obat tambahan atau pengobatan yang lebih lama. 

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi juga perlu diperhatikan untuk menunjang sistem pertahanan tubuh (imunitas) melawan penyakit, disertai istirahat cukup dan kontrol ke dokter yang menangani untuk memantau respon pengobatan.

Saran kami, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru untuk dilakukan evaluasi ulang. Karena jika Anda memang putus obat TB paru maka diperlukan pengobatan kategori 2 dan dinilai apakah ada komplikasi yang terjadi karena menghentikan pengobatan TB paru.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai putus obat TB 1 minggu pada kehamilan. Semoga bermanfaat. Salam

0 Komentar

Belum ada komentar