Sukses

Sakit Kepala Kronik
24 Feb 2019, 01:27 WIB
Pria, 29 tahun.

Sakit Kepala.. Saya sudah sejak tahun 2010 sering mengalami sakit kepala yang dimana saat saya sakit kepala saya selalu muntah jika tidak segera minum obat sakit kepala, dan kalau saya tidak minum obat sakit kepala saya tidak akan hilang dan pasti saya akan selalu muntah. Sakit kepala saya juga tidak terlalu sering hanya kadang kadang terjadi begitu saja, tapi ya kalau sedang sakit kepala pasti akan mengalami hal yang sudah saya sebut kan di atas. Kira kira apa masalah nya dan bagaimana cara mengatasinya. Terima Kasih

Terima kasih telah bertanya tentang Sakit Kepala Kronik melalui fitur Tanya Dokter KlikDokter.com.

Halo, kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Sakit kepala merupakan gejala yang paling umum ditemui, sering tidak diobati, dan sering tidak terdiagnosis dikarenakan penderitanya tidak memeriksakan diri ke dokter. Keluhan ini sering dianggap sepele dan tidak diperiksakan ke dokter. Padahal pada beberapa kasus, bisa saja sakit kepala yang dialami bukanlah sakit kepala biasa.

WHO menyatakan keprihatinan terhadap kejadian sakit kepala melalui kampanye global untuk menurunkan angka kejadian sakit kepala. Sakit kepala bukan hanya dapat mengganggu produktivitas penderitanya, namun juga menghabiskan cukup banyak biaya.

Sakit kepala menurut ICHD II (International Clasification of Headache Disorders) edisi kedua, dibedakan atas dua jenis yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya. Sedangkan sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala di mana ditemukan penyebab jelas yang menyebabkan sakit kepala.

Menurut lama waktunya, sakit kepala dibedakan atas dua jenis yakni akut dan kronik. Sakit kepala kronik adalah sakit kepala dalam waktu cukup panjang, yaitu lebih dari 15 hari per bulan atau lebih dari 3 bulan per tahun atau lebih dari 180 hari per tahun.

Penyebab sakit kepala kronik di antaranya:

Pemakaian obat sakit kepala yang berlebihanPenggunaan obat sakit kepala lebih dari 10-15 hari per bulan justru dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan. Penggunaan obat sakit kepala lebih dari 15 kali diduga menyebabkan ketergantungan penderita sakit kepala terhadap obat tersebut, sehingga ketika sedang tidak menggunakan obat, sakit kepala akan muncul kembali sebagai gejala.

Peningkatan tekanan di dalam kepalaPeningkatan tekanan di dalam kepala harus dicurigai sebagai salah satu penyebab. Peningkatan tekanan di dalam kepala dapat disebabkan oleh adanya massa atau tumor. Gejala yang dirasakan biasanya adalah sakit kepala yang semakin memberat, mual, muntah, dan gejala neurologis. Gejala neurologis yang dapat dialami berupa kejang, kelumpuhan otot, kelainan penglihatan, kelainan pendengaran, mulut mencong, dan sebagainya.

Mengingat salah satu bahaya yang mengancam pada sakit kepala kronik, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter (dokter spesialis neurologi/saraf) apabila Anda merasakan satu atau lebih gejala ini:

Anda mengalami migrain lebih dari 15 hari per bulan atau lebih dari 3 bulan per tahun atau lebih dari 180 hari per tahun.Keluhan Anda disertai gejala mual dan muntah.Keluhan Anda disertai gejala kelumpuhan otot.Keluhan Anda disertai gejala demam.Keluhan Anda disertai gejala kejang.Keluhan Anda disertai gejala saraf lain. Misalnya bicara tiba-tiba cadel, mulut mencong, kesemutan, mati rasa, kelainan pendengaran, kelainan penglihatan, kelopak mata jatuh, dll.Keluhan sakit kepala Anda memberat dalam beberapa minggu.Keluhan sakit kepala Anda bersamaan dengan kondisi medis yang menyertai Anda seperti HIV atau kanker.Anda berusia di bawah 10 tahun atau berusia di atas 40 tahun.

Mengingat setiap sakit kepala terdapat gangguan pada mata sebelah kiri, kami sarankan Anda mengunjungi juga dokter spesialis mata untuk evaluasi dan tatalaksana selanjutnya.

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar Sakit Kepala Kronik, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar