Sukses

Bayi Intoleransi Laktosa?

20 Feb 2019, 09:19 WIB
Wanita, 26 tahun.

malam dok.anak saya usia nya skrg 1 thn lebih 2 minggu..bbrp bulan blgkangan ini perut anak saya kembung dan penuh dgn gas.sdgkn bab nya rutin 1/2xsehari.dan anak saya tidak diare..saya sering mencari info tentang intolenransi laktosa disitu di jlskan ciri2 anak yg mengalami penyakit tsb.yaitu perut kembung dan penuh dgn gas,diare dan muntah2.ttpi anak saya tidak diare dan muntah2 apakah anak saya bisa di katagorikan trmasuk intolenransi laktosa?gmn cara mengatahui anak saya intolenransi laktosa atau tidak.dan bgmn solusi terbaik nya dok.terimakasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah anak Anda mendapatkan susu formula? Protein yang terkandung dalam susu sapi juga sering menimbulkan alergi dan menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi.

Bayi yang mendapat ASI biasanya jarang mengalami intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan kasus yang jarang, disebabkan oleh kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa (gula susu) yang terkandung di dalam susu. Laktosa yang tak tercerna akan bertahan di usus dan mengalami fermentasi, sehingga usus merasa tidak nyaman, termasuk sakit perut, kembung dan diare.  

Penyebab dari kurangnya enzim laktase ini terbagi 2, yaitu primer dan sekunder. Defisiensi/kekurangan laktase primer umumnya muncul sejak usia anak-anak, sekitar 2 tahun, kasus ini sangat jarang terjadi. Defisiensi/kekurangan laktase sekunder terjadi karena terdapat perlukaan pada usus kecil atau terdapat penyakit gangguan pencernaan lain yang dapat mengurangi produksi laktase dalam tubuh. Penyakit-penyakit ini antara lain adalah Celiac Disease, Inflammatory Bowel Disease, dan Crohn’s Disease.

Apakah bayi mendapat ASI dalam jumlah berlebih?

Asupan laktosa berlebih juga dapat menyebabkan kondisi yang menyerupai intoleransi laktosa dan seringkali menyebabkan kesalahan diagnoss. Hal ini sering terjadi pada bayi yang mendapat ASI dalam jumlah besar. Gejalanya berupa peningkatan berat badan dan buang air besar lebih sering, bahkan bisa lebih dair 8 kali dalam 24 jam. Hal ini terjadi karena bayi mendapat ASI dalam jumlah banyak dengan kadar lemak rendah dalam waktu cepat, sehingga laktosa tidak sempat dicerna dengan baik. Akibatnya laktosa di usus akan mengalami fermentasi dan menyebabkan gangguan pencernaan dengan gejala mirip intoleransi laktosa.

Apakah disebabkan oleh antibiotik? Antibiotik memang dapat meimbulkan alergi, namun biasanya reaksinya akut (saat itu juga atau tidak lama setelah pemberian antibiotik), gejala dapat berupa kemerahan di kulit, diare, sesak napas, dan sebagainya. Namun berdasarkan cerita Anda, sepertinya frekuensi yang lebih sering pada anak Anda bukan disebabkan oleh alergi antibiotik karena obat dihentikan sudah lama dan BAB sering terus berlanjut sampai 1 bulan.

Tetap lanjutkan pemberian ASI karena ASI adalah makan terbaik bagi bayi. Jika memang terbukti anak Anda menderita intoleransi laktosa, barulah membutuhkan susu bebas laktosa. Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah anak Anda intoleransi laktosa/bukan. Sebaiknya bawa anak ke dokter spesialis anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar