Sukses

Diare Berkepanjangan

19 Feb 2019, 11:12 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok Saya mau tanya Sudah lebih dari 1 bulan saya mencret Setiap kali saya BAB air yg keluar tanpa serbuk Dalam sati hari 3 kali atau lebih saya BAB Itu kenpa ya dok

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Diare yang berkepanjangan bukanlah hal yang normal. Ini bisa disebabkan oleh beberapa penyakit kronik sebagai berikut:

1. Sindrom usus besar

Sindrom usus besar alias irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan sistem saluran cerna yang terjadi dalam jangka panjang. Penyakit ini memiliki gejala diare berkepanjangan, yang disertai dengan sembelit, perut kembung, nyeri punggung, nafsu makan menurun, dan dada terasa panas.

Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom usus besar masih belum diketahui. Para ahli menduga bahwa keadaan ini dipicu oleh stres atau depresi yang terjadi secara berkelanjutan.

2. Penyakit celiac

Penyakit celiac terjadi di saluran cerna, dan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap gluten–protein yang ditemukan pada gandum. Beberapa golongan orang yang lebih sering terkena penyakit ini, misalnya penderita lupus, penderita diabetes mellitus tipe 1, penderita kanker usus, dan mereka yang punya riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Selain diare berkepanjangan, penyakit celiac juga menyebabkan bentuk tinja pucat, berlemak atau berbau busuk, mudah lelah, mudah marah, perut begah dan nyeri perut.

3. Penyakit Crohn

Penyakit ini adalah kondisi gangguan kronis yang disebabkan oleh peradangan pada lapisan sistem pencernaan. Peradangan pada kasus penyakit Crohn dapat menyerang semua bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus.

Penyakit Crohn memiliki gejala berupa diare berkepanjangan dan berulang. Selain itu tinja berdarah atau berlendir, nyeri perut yang makin parah saat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta mudah lelah.

4. Kolitis ulseratif

Ini adalah jenis peradangan usus yang terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan timbulnya ulkus atau luka pada saluran cerna. Pada penyakit kolitis ulseratif, diare berkepanjangan timbul bersama tinja berdarah atau bernanah. Selain itu terjadi pula kesulitan buang air besar meski mulas, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta nyeri atau kram pada perut.

Kolitis ulseratif dapat sangat menganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup. Penderita dianjurkan untuk segera berobat ke dokter, karena penyakit ini dapat mengancam keselamatan jiwa.

5. Kanker usus besar

Kanker usus besar alias kolorektal adalah kondisi yang paling sering terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Pada kasus ini, gejala yang paling sering timbul adalah perubahan pola buang air besar, baik berupa diare berkepanjangan atau sembelit (konstipasi). Keluhan tersebut turut disertai dengan gejala lain, berupa perut begah atau kembung, muntah berulang, mudah lelah, penurunan berat badan secara drastis, dan nyeri perut yang hilang timbul.

Pada beberapa kasus, diare berkepanjangan juga bisa menjadi tanda adanya infeksi HIV.

Untuk mengevaluasinya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam, bila memungkinkan yang ahli/konsultan saluran cerna (SpPD-KGEH).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar