Sukses

Lendir pada Penis
13 Feb 2019, 10:34 WIB
Pria, 28 tahun.

Selamat pagi. ada beberapa pertanyaan yg ingin saya ajukan, 1. Sejak seminggu yang lalu dari penis kluar seperti air kencing yg keruh dan agak licin (berlendir). apakah itu memang air kencing atau lainnya? jika bukan kira-kira apa? 2. Saya membaca artikel mengenai penyakit kelamin seperti kencing nanah yang disebabkan perilaku seks yg kurang sehat dan higienis, tetapi saya belum pernah melakukan seks. apakah saya juga bisa kena penyakit-penyakit tersebut? Sekian hal yg ingin saya tanyakan. Mohon tanggapannya dan terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Cairan keluar dari penis dapat terjadi secara normal (fisiologis) atau tidak normal (patologis). Secara fisiologis, pengeluaran terjadi saat laki-laki terangsang secara seksual. Cairan ini bersifat pelumas sebelum ejakulasi. Pada pria yang belum disunat, dapat terjadi penumpukan smegma di kulup (frenulum) dan bergabung dengan cairan pelumas ini, sehingga dapat terlihat bercak putih. Bila rangsangan diteruskan, dapat terjadi ejakulasi pada pria yang mengeluarkan cairan mani. Secara patologis, cairan keluar saat tidak ada rangsangan seksual. Cairan dapat bersifat putih kehijauan atau bening.

Keluarnya cairan yang patologis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual ataupun infeksi saluran kemih. Biasanya selain keluhan keluarnya cairan dari kemaluan juga disertai dengan keluhan nyeri saat berkemih,perasaan tidak tuntas saat berkemih, sering berkemih/anyang-anyangan, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan detil keluhan Anda? Bagaimana warna, konsistensi, dan jumlah cairan? Karena hal tersebut akan mempengaruhi diagnosis.Keluarnya cairan seperti nanah dari kemaluan dan gangguan berkemih, merupakan suatu pertanda adanya proses infeksi pada saluran kemih/kemaluan. Jika Anda berlum pernah behrubungan seksual, kecil kemungkinan hal ini terkait kuman pada infeksi menular seksual

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit kelamin agar mendapatkan evaluasi dan tatalaksana yang tepat.Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar