Sukses

Pencegahan Asam Urat
07 Feb 2019, 09:26 WIB
Pria, 19 tahun.

mau tanya dok.. saya seorang mahasiswa ingin cek asam urat pemeriksaan lab yang tepat apa saja dok? yg sifat nya kualitatif dan kuantutatif? apa ada gejala yg spesifik untuk mencegah asam urat sejak dini?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Asam urat merupakan hasil akhir (limbah) dari metabolisme purin. Kadar asam urat dipengaruhi oleh dua hal, yakni:

Pertama adalah laju pembuatan asam urat di dalam hati. Karena asam urat terbentuk dari pemecahan purin, kadarnya di dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah purin yang dibuat di dalam tubuh dan juga jumlah purin yang diserap dari makanan.

Faktor kedua adalah laju pembuangan asam urat melalui ginjal. Normalnya, asam urat di dalam pembuluh darah akan bergerak ke ginjal dan dibuang melalui urin.

Jika jumlah asam urat di dalam tubuh berlebih, maka kelebihannya tersebut dapat menumpuk di dalam sendi dalam bentuk kristal monosodium urat (kristal asam urat). Pada tahap awal, biasanya tidak akan menimbulkan gejala hingga akhirnya terjadi penumpukan kristal yang banyak, apalagi jika setelah bertahun-tahun dibiarkan. Pada saat serangan akut gout, kristal-kristal tersebut dapat membuat peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya yang akan menimbulkan keluhan nyeri hebat.

Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Sumber dari asam urat adalah makanan, jadi yang Anda perlukan adalah diet rendah asam urat guna membatasi jumlah makanan yang mengandung purin (menyebabkan asam urat tinggi) di dalam asupan sehari-hari. Jika dalam kurun waktu 2-3 bulan tidak terjadi perbaikan kadar asam urat dalam darah melalui intervensi diet, maka dokter perlu meresepkan obat untuk mengatasi asam urat Anda. Selain itu Anda juga tetap perlu melakukan diet rendah purin.

Berikut adalah daftar bahan makanan yang dikelompokkan berdasarkan kandungan purinnya:

Kelompok I : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dihindari: Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/ kaldu, bouillon, bebek, ikan sardin, makarel, remis, kerang.Kelompok II : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dibatasi: maksimal 50-75 gr (1-1 ½ ptg) daging, ikan atau unggas, atau 1 mangkok (100 gr) sayuran sehari. Daging sapi dan ikan (kecuali yang terdapat dalam kelompok 1), ayam, udang; kacang kering dan hasil olah, seperti tahu dan tempe; asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo.Kelompok III : Kandungan purin rendah (dapat diabaikan), dapat dimakan setiap hari: Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mi, bihun, tepung beras, cake, keju kering, puding, susu, keju, telur; minyak; gula; sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran dalam kelompok 2).Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar