Sukses

Cara Mengatasi Anemia
17 Jan 2019, 09:44 WIB
Pria, 18 tahun.

dok, bagaimana cara mengatasi anemia

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih atas pertanyaan Anda,

 Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Diagnosis anemia perlu dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium. Konsumsi suplemen zat besi tidak boleh sembarangan, hanya jika Anda benar-benar mengalami anemia. Kelebihan zat besi juga bisa berbahaya bagi tubuh.

Anemia adalah kurangnya kadar hemoglobin dalam darah Anda. Anemia dapat disebabkan salah satunya oleh karena kekurangan zat besi dan vitamin B-12. Sumber zat besi dan vitamin B-12 yang paling utama adalah dari makanan. Untuk mencegah terjadinya anemia tersebut maka kita perlu mengkonsumsi makanan yang bervariasi dengan kadar gizi seimbang. Namun perlu juga dicari penyebab anemia.

 Berikut ini adalah beberapa langkah praktis untuk menjaga agar makanan yang kita konsumsi tidak menyebabkan kita kurang darah;

1.    Makan makanan tinggi zat besi, yaitu:

1.    Hati

2.    Kacang-kacangan

3.    Tiram

4.    Tahu

5.    Sayuran hijau, seperti bayam

6.    Daging merah tanpa lemak

7.    Ikan

8.    Buah kering seperti kismis

 

2.    Makan dan minum makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu:

1.    Jus jeruk

2.    Stroberi

3.    Brokoli

4.    Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C

 

3.    Jangan minum kopi atau teh saat makan. Minuman ini mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

 

4.    Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti:Hati sapi dan tiram

  

1.    Hati sapi dan tiram

2.    Ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12

3.    Beberapa produk sereal, ragi, dan produk makanan lain yang mengandung vitamin B12.

Pastikan Anda mengkonsumsi makanan secara bervariasi. Makanan yang beragam dan seimbang gizinya akan mencegah terjadinya kurang darah. Diet yang terlalu ketat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia. Ibu hamil dan wanita pada umumnya harus lebih berhati-hati, terutama pada saat menstruasi karena lebih rentan terkena anemia. Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mengetahui terjadinya kurang darah sebaiknya dilakukan setiap 5 tahun sekali sejak masa remaja.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Terima kasih. 

Salam

 

1 Komentar