Sukses

Hamil Lagi Setelah Preeklampsia
16 Jan 2019, 06:02 WIB
Pria, 31 tahun.

Malam dokter...Mau tanya,istri saya skrg sdg hamil ank k3,riwayat hamil ank k1 lancar,ank k2 istri sya PEB sehingga usia hamil 8 bln lahir prematur secara normal,akan tetapi banyinya bertahan 9hri setelah itu +,selang 2tahun istri sya hamil l,keluhannya perutnya saat ini sering mengeras,tensinya disekitaran140/80,sdh dicek protein hasilnya negatif,saat ini usia kehamilan 8 bln brat janin 1,8 kg dan terkadang sedikit keluar keputihan,menurut dokter t4 saya periksa it tdk ap2,saya msh khawatir dgn kondisi istri dan janinnya,mohon masukan dan sarannya dokter utk tindakan yg hrus sy lakukan selanjutnya...

Terima kasih telah bertanya seputar Hamil Lagi Setelah Preeklampsia menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Istri Anda.

Izinkan kami menjelaskan sedikit mengenai Preeklamsia, agar konsep Anda mengenai preeklamsia lebih jelas. Tidak ada larangan untuk kembali hamil pada ibu yang mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya. Hanya saja, Seorang yang sudah mengalami preeklamsia bisa saja mengalami preeklamsia pada kehamilan berikutnya. Kami paparkan sebagai berikut:

Pre-eklampsia ringan Tanda dan gejala :

  1. Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHg
  2. Proteinuria : didapatkannya protein di dalam pemeriksaan urin (air seni)
  3. Edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, wajah atau tangan

Tatalaksana pre eklampsia ringan dapat secara :

  1. Rawat jalan (ambulatoir)
  2. Rawat inap (hospitalisasi)

Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :

  1. Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan perawatan sesuai keinginannya
  2. Makanan dan  nutrisi seperti biasa, tidak perlu diet khusus
  3. Vitamin
  4. Tidak perlu pengurangan konsumsi garam
  5. Tidak perlu pemberian antihipertensi
  6. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu 

Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) :

  1. Pre eklampsia ringan dirawat inap apabila mengalami  hipertensi yang menetap selama lebih dari 2 minggu, proteinuria yang menetap selama lebih dari 2 minggu, hasil tes laboratorium yang abnormal, adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat
  2. Pemeriksaan dan monitoring teratur pada ibu : tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengamatan gejala pre-eklampsia berat dan eklampsia seperti nyeri kepala hebat di depan atau belakang kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut  bagian kanan atas, nyeri ulu hati
  3. Pemeriksaan kesejahteraan janin berupa evaluasi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim

Tatalaksana

  1. Pada dasarnya sama dengan terapi rawat jalan
  2. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda dari pre-eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau kurang, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan

Pre-eklampsia Berat

Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.

Tanda dan gejala pre-eklampsia berat :

  1. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg
  2. Tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg
  3. Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning)
  4. Trombosit < 100.000/mm3
  5. Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam)
  6. Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L)
  7. Nyeri ulu hati
  8. Gangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang berat
  9. Perdarahan di retina (bagian mata)
  10. Edema (penimbunan cairan) pada paru
  11. Koma

Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklampsia berat selama perawatan, maka perawatan dibagi menjadi :

  1. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri dan ditambah pemberian obat-obatan
  2. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pemberian obat-obatan

Perawatan aktif dilakukan apabila  usia kehamilan 37 minggu atau lebih, adanya ancaman terjadinya impending eklampsia, kegagalan terapi dengan obat-obatan, adanya tanda kegagalan pertumbuhan janin di dalam rahim, adanya "HELLP syndrome" (Haemolysis, Elevated Liver enzymes, and Low Platelet).

Perawatan konservatif dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia serta keadaan janin baik. Perawatan konservatif pada pasien pre eklampsia berat yaitu :

  1. Segera masuk rumah sakit
  2. Tirah baring
  3. Infus
  4. Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam
  5. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat
  6. Anti hipertensi, diuretikum diberikan sesuai dengan gejala yang dialami
  7. Penderita dipulangkan apabila penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre-eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu)

Namun bagaimanapun, pencegahan merupakan terapi yang paling baik, untuk itu diperlukan pemantauan tensi setiap hari dengan teliti pada kehamilan berikutnya. Jika memungkinkan, Anda dapat menggunakan alat bantu alat ukur tensi elektronik yang praktis digunakan dimanapun. Hasil pengukuran kemudian dituangkan dalam bentuk grafik dari hari ke hari dan terangkai menjadi kurva perkembangan tensi yang dapat dijadikan referensi riwayat medis kelak ke dokter. Idealnya pengukuran tensi dilakukan pagi, sore dan malam menjelang tidur.

Demikian informasi seputar Hamil Lagi Setelah Preeklampsia yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,  

0 Komentar

Belum ada komentar