Sukses

Apakah Saya Berisiko Terinfeksi HIV?
12 Jan 2019, 11:45 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok, apakah seks anal bisa menyebabkan HIV dok? Saya tidak pernah berganti" pasangan dok. Saya dan istri saya mencoba berulang kali anal seks apakah itu bisa menyebabkan HIV? Atau penyakit lain untuk saya sbg suami?

Terima kasih telah bertanya seputar Apakah Saya Berisiko Terinfeksi HIV? menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Seseorang dapat terinfeksi HIV apabila memiliki faktor risiko berikut ini:

  • Berhubungan seks tanpa pengaman (kondom). Hubungan seks anal lebih berisiko dibandingkan seks vaginal. Risiko ini juga meningkat apabila hubungan seks dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Memiliki infeksi menular seksual lain, misalnya Herpes.Menggunakan obat-obat terlarang yang disuntikkan.

Mengenai cara penularannya dapat Anda baca selengkapnya dalam artikel ini:inilah cara-cara penularan hiv. Sedangkan untuk pencegahannya dapat Anda baca di sini: lakukan ini agar tidak tertular hiv.

Apabila Anda tidak yakin akan faktor risiko yang dimiliki, Anda dapat melakukan tes HIV untuk melihat apakah sudah pernah terinfeksi atau tidak. 

Waktu antara seseorang terinfeksi virus HIV hingga dapat terdeteksi melalui tes HIV disebut dengan window period. Periode ini bervariasi pada tiap orang dan juga tergantung dari jenis tes HIV yang dilakukan.

Jenis tes HIV yang paling banyak dilakukan adalah rapid test yang disebut juga uji antibodi. Antibodi dihasil oleh tubuh ketika terpapar/terinfeksi dengan virus seperti HIV maupun bakteri. Tes antibodi akan mencari antibodi/zat kekebalan terhadap HIV di dalam darah atau cairan mulut/ludah. Uji antibodi dapat mendeteksi infeksi HIV paling cepat 3 minggu dari waktu infeksi. Sebagian besar (97%4 hari) individu akan memiliki antibodi yang dapat terdeteksi dalam waktu 3-12 minggu (21-84 hari) dari waktu infeksi. Jika hubungan seksual dipersepsikan sebagai waktu infeksi, maka sebaiknya dilakukan 1 bulan setelahnya agar virus HIV dapat terdeteksi dalam darah (jika memang ada infeksi).

Infeksi HIV memiliki 3 tahapan gejala. Tahapan pertama biasanya terjadi 2-6 minggu setelah terinfeksi. Gejala awal in imirip dengan infeksi virus lainnya, seperti influenza. Gejala ini hanya berlangsung 1-2 minggu kemudian akan hilang dan virus masuk ke tahapan gejala berikutnya. 

Gejala awal dari infeksi HIV adalah:

  • Nyeri kepala
  • Diare
  • Mual dan Muntah
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Nyeri menelan
  • Ruam kemerahan pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
  • Demam

Bila Anda  merasa telah terinfeksi HIV segera hubungi dokter sebab ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga beberapa hari setelah terinfeksi.

Tahap kedua gejala HIV/AIDS

Pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama. Orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap ketiga gejala HIV/AIDS

AIDS merupakan suatu tahap infeksi HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia..

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

  • Lelah setiap saat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  • Demam > 10 hari
  • Keringat malam
  • Berat badan menurun drastis
  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
  • Sulit bernafas
  • Diare yang berkepanjangan
  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
  • Mudah berdarah atau memar

Demikian informasi seputar Apakah Saya Berisiko Terinfeksi HIV? yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,  

0 Komentar

Belum ada komentar