Sukses

Tips mengatasi balita

11 Jan 2019, 12:16 WIB
Pria, 40 tahun.

Dokter, saya bekkerja di sebuah sekolah TK. Usia mereka antara 3,5 tahun - 6 tahun. saya punya 2 orang murid, usianya 4 tahun. Laki-laki. Saat bermain baik di outdoor atau indoor , mereka berdua pernah puas dengan mainan mereka. Selalu saja mereka meminta lebih, baik mainan, perhatian, pokok nya semuanya. sehingga seringkali terjadi bertengkar antar teman sebab anak ini merasa tidak puas. Selama ini yang satya lakukan adalah berusaha mengalihkan perhatian anak tersebut dengan hal yang lain, atau kesibukan yang lain. Tapi hanya bertahan sebentar saja. Jadi apakah saran dari dokter untuk saya tentang hal ini? Terimakasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda mengenai murid Anda. Anak balita  belum mengerti emosi dirinya maupun orang lain. Anak usia ini cenderung mengetes hubungan sebab akibat, "Jika saya melakukan ini, apa akibatnya? Apa yang akan terjadi?".

Keingintahuan anak usia ini akan sesuatu sangatlah besar sehingga akan sering bertanya. Adalah wajar bila anak sering merasa kurang puas, cara mensiasatinya adalahberikan jawaban logis menurut pola pikir anak sehingga jawaban Anda akan lebih mudah diterimanya.

Mereka juga menggunakan apapun yang mereka miliki. Karena saat ini mereka belum punya keterampilan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang baik dan masuk akal, mereka cenderung berperilaku seperti itu, terkesan memaksa atau menantang, bahkan melawan.

Kami menyarankan beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu membentuk perilaku agresif anak menjadi lebih lunak.

Beritahukan perilaku yang seharusnya dilakukan, yang Anda harapkan.

Usia batita, anak belajar perilaku/tindakan apa yang diharapkan darinya, dan mereka mempelajarinya dari berbagai sumber seperti teman-teman, saudara, orangtua, dan orang lain/karakter di dalam televisi. Sebanyak mungkin, berikan teladan yang baik dan stimulasi dengan karakter TV atau teman yang berperilaku tenang. Bisa dengan mengundang teman yang tidak agresif untuk bermain bersama. Ketika ia bermain dengan temannyaa, bila ia bersikap agresif segera lakukan intervensi.

Di usia lebih besar anak lebih mampu berkomunikasi lebih baik dengan teman sebaya maupun orang dewasa. Sehingga usahakan setiap memberikan informasi kepada mereka berikan informasi logis yang dapat mereka terima.

Berikan jawaban logis menurut pola pikir anak sehingga jawaban Anda akan lebih mudah diterimanya. Misalnya, berebut mainan dan ingin mainan temannya dapat dijelaskan bahwa boleh meminjam tapi dengan perilaku baik, biasakan ijin, karena teman lain sudah menggunakan lebih dulu, bila kamu main lalu mainan kamu langsung diambil tanpa ijin, apakah perilaku demikian nyaman buat kamu? Maka lakukan hal yang sama dengan temanmu, mainlah bergantian dan ijin kepada teman yang sebelumnya sedang menggunakan. Maka kamu akan dapat bermain lebih banyak mainan dan nyaman bermain dengan semua teman.

Berikan makanan yang sehat. Perkembangan otak anak balita sangat dipengaruhi oleh apa yang ia makan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa otak anak sensitif terhadap efek dari makanan-makanan cepat saji, minuman kemasan, makanan yang diawetkan, dan makanan-makanan lain yang mengandung tinggi karbohidrat sederhana. Untuk mencegah perilaku agresif akibat gula yang berlebihan, selalu kombinasikan makanan yang mengandung karbohidrat dengan protein, serat atau lemak, sehingga kadar gula darah tidak terlalu tinggi.

Selalu perhatikan hal-hal apa yang memicu anak berperilaku agresif dan hal-hal apa yang membuatnya lebih tenang. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar