Sukses

Menambah Berat Badan Bayi
09 Jan 2019, 06:06 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dokter saya punya bayi laki2 usia 8 bulan dan sudah mpasi, knp setelah mpasi berat badan ny susah naik nya. Memang bayi saya tdk asi lg, berhenti asi sjak 7bln dan skrg dikasih sufor. Padahal bayi saya bnyak makan nya dan kuat nyusu nya. Berat badan ny skrg 8 bln 8,7 dan waktu 7bln 8,5. Dan berat badan di usia 8 bln sering turun dan naik normal ke awal lg.

Terima kasih telah bertanya seputar Menambah Berat Badan Bayi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Untuk bayi 7 bulan, berikut adalah rentang normal berat badan sesuai dengan standar WHO.

  • Bayi laki-laki usia 7 bulan penuh rata-rata memiliki berat badan 8.3 kg, rentang 7.4-9.2 kg masih dianggap normal sedangkan bila BB bayi di bawah 6.7 kg dianggap gizi kurang.
  • Bayi perempuan usia 7 bulan penuh rata-rata memiliki berat badan 7.6 kg, rentang 6.8-8.6 kg masih dianggap normal sedangkan bila BB bayi di bawah 6 kg dianggap gizi kurang.

 

Berat badan rata-rata anak laki-laki usia 8 bulan menurut WHO berada pada kisaran 7,2-9,5 kg. Sedangkan berat badan rata-rata anak perempuan usia 8 bulan menurut WHO berada pada kisaran 6.6-9,0 kg. Berarti bayi ibu masih dlam range normal karena saat ini berat badannya 8,7kg.

Untuk mencapai berat badan ideal, harus diperhatikan pola pemberian makan pada bayi. Rekomendasi yang dianjurkan oleh WHO sebaiknya adalah ASI eksklusif selama 6 bulan pertama karena nutrisi yang dikandung oleh ASI mencukupi untuk kebutuhan gizi bayi sampai dengan usia 6 bulan. Setelah usia tersebut maka dianjurkan untuk memberikan makanan tambahan dengan konsistensi dari cair-semi padat-sampai padat secara perlahan-lahan.

Pada usia 6-9 bulan, dimulai makanan tambahan pendamping dari yang cair terlebih dahulu (susu formula) ditambah makanan halus seperti bubur susu, buah, dan sayuran. Makanan ini dihaluskan dan dimasak (tim halus). ASI dianjurkan diteruskan selama 1 tahun kehidupan. Bahkan jika memungkinkan untuk diteruskan hingga 2 tahun, justru hal ini lebih baik bahkan karena bayi mendapat manfaat yang lebih banyak.

Pada usia 9-12 bulan, konsistensi makanan menjadi makanan semi-padat atau disaring, istilahnya tim saring. Usia ini kombinasi antara bubur susu, buah, tim saring. Makanan ini diberikan dengan tujuan untuk melatih kemampuan pergerakan rahang atas dan bawah dan melatih kemampuan mengunyah (penggunaan gigi apabila sudah ada). Selanjutnya dapat disajikan makanan dengan tekstur padat atau kasar.

Buang air besar pun dapat digunakan untuk menilai kecukupan ASI. Biasanya bayi yang mendapat ASI akan buang air besar setiap hari dengan warna tinja kuning dan konsistensinya cenderung cair. Namun, bila bayi tidak buang air besar Anda tidak perlu buru-buru khawatir. ASI adalah cairan yang dapat diserap sempurna oleh pencernaan bayi. Mungkin saja tidak terbentuk tinja karena semuanya sudah diserap sehingga bayi tidak buang air besar.

Selain itu, bayi yang mendapat cukup ASI umumnya akan terlihat kenyang dan tertidur setelah menyusu. Payudara ibu pun akan terasa lunak dan lembek setelah sesi menyusu.

Lalu, bila kenaikan berat badan menjadi tanda kecukupan ASI, apakah berat bayi kurang artinya ASI-nya juga kurang? Jawabannya, belum tentu.

Pertama, Anda perlu memastikan apakah berat bayi masih ada dalam grafik normal atau tidak. Lakukan dengan cara yang objektif, bukan membandingkannya dengan pertumbuhan bayi lain. Bawalah bayi Anda ke dokter untuk melihat grafik pertumbuhan bayi berdasarkan tinggi dan beratnya.

Berikut adalah beberapa artikel yang mengulas tumbuh kembang bayi usia 0-12 bulan untuk Anda baca lebih lanjut:

Panduan Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-12 Bulan

Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Anak

Demikian informasi seputar Menambah Berat Badan Bayi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,                   

0 Komentar

Belum ada komentar