Sukses

ASI Bergumpal

07 Jan 2019, 09:09 WIB
Wanita, 27 tahun.

Malam dok, saya mau tanya, sejak melahirkan saya jarang menyusui secara langsung karna masalah sama puting, jd saya hanya pompa dan memberikan langsung ke bayi, lalu tiba2 hasil pompaan saya asinya ada bbrpa gumpalan seperti ingus kental gitu dok, dan kl sudah nempel di dot sperti serabut tp jika disentuh lgsg trsebar membentuk gumpalan2 kecil, pdhal asi msh sangat fresh, jd jika bayi saya ngedot trkadang suka mampet krna gumpalan tersebut, itu kenapa ya dok kira2? Apakah aman jika diberikan ke bayi saya? Mohon jawabannya dan terima kasih sebelumnya dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan KlikDokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Adapun utamanya bentuk gumpalan pada ASI bisa menandakan kondisi normal maupun tidak normal. Bila memang gumpalan tersebut muncul pada ASI baru yang Anda yakin belum rusak/ basi, maka kemungkinan gumpalan tersebut bersifat normal.

Namun perlu juga diyakinkan apakah gumpalan tersebut berasal dari radang pada payudara Anda? Apakah Anda mengalami rasa nyeri, panas, atau muncul kemerahan pada payudara? Bila Anda merasa tidak yakin dengan gambaran ASI maupun kondisi payudara Anda, ada baiknya bila berkonsultasi pada Klinik Laktasi.

ASI memiliki variasi dalam hal karakteristik fisiknya. Ini berarti setiap ibu akan memiliki warna, rasa, maupun aroma ASI yang berbeda satu sama lain. Bahkan, ASI yang diproduksi oleh seorang ibu juga bisa memiliki perbedaan tersebut, apalagi bila sudah melalui proses penyimpanan selama beberapa hari. Berikut kami sertakan tanda-tanda yang perlu diperhatikan untuk menilai baik/ tidaknya ASI perah Anda:

Warna ASI

Warna ASI cenderung putih atau kekuningan, tergantung komposisi foremilk dan hindmilk di dalamnya. Semakin tinggi kandungan foremilk (ASI yang keluar di awal sesi menyusui), warna ASI akan semakin putih dan lebih encer. Sebaliknya, semakin banyak hindmilk (ASI yang tinggi kandungan lemak), semakin kuning pula warnanya.

Rasa dan aroma ASI

Rasa dan aroma ASI segar dapat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya. Makanan dan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi kedua karakter khas tersebut.

Sementara itu, ASI yang disimpan hingga beku dan dicairkan kembali akan memberikan aroma seperti sabun. Hal ini bisa terjadi, khususnya pada ibu dengan ASI yang memiliki kadar enzim lipase tinggi. Tidak perlu khawatir, ASI ini aman diberikan dan kandungan gizinya tetap tinggi.

Bentuknya bergumpal

Saat disimpan di lemari pendingin, tampilan ASI akan tampak terpecah menjadi dua bagian: atas dan bawah. Bagian atas kaya akan lemak dan lebih kental, sementar bagian bawah relatif lebih encer.

Pada ASI yang masih layak konsumsi, kedua bagian itu tetap bisa menyatu ketika ASI dicairkan dan kemudian dihangatkan. Sedangkan pada ASI basi, kedua bagian tersebut akan tetap terpisah dan membetuk gumpalan-gumpalan yang tidak bisa dilarutkan meskipun sudah diaduk menggunakan sendok.

Aroma dan rasa menjadi asam

Sebagian ibu mungkin mengeluhkan adanya perubahan aroma dan rasa ASI setelah disimpan di lemari pendingin. Namun, perubahan aroma tersebut umumnya masih dapat ditolelir.

ASI yang masih layak konsumsi tidak akan mengeluarkan aroma dan rasa yang asam.  Sebaliknya, pada ASI basi yang tidak layak dikonsumsi, aroma dan rasanya akan terlihat asam akibat adanya kontaminasi bakteri berbahaya.

Selain memperhatikan hal di atas, Anda juga sebaiknya tidak menyimpan ASI terlalu lama. Sekalipun tidak terindikasi basi, ASI yang disimpan terlalu lama akan mengalami pengurangan nilai gizi sehingga manfaat yang diberikannya juga sangat minim.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar