Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Azoospermia
06 Jan 2019, 16:54 WIB
Pria, 33 tahun.

Perkenalkan saya Monang Lubis Usia 33 Thn, Usia Pernikahan 2 th. Setelah menikah 1,5 thn ternyata kami blm dikaruniai keturunan. Setelah melakukan cek lab, alhamdulillah Istri sehat dan saya divonis azoospermia. Setelah konsultasi kemudian saya melakukan cek hormon LH,Fsh dan Testosteron dengan hasil sbb: 1. LH = 3,70 nilai rujukan 1,10 - 7,00 2. Fsh = 8,98 nilai rujukan 1,70 - 12,00 3. Testosteron = 4,26 nilai rujukan 2,27 - 10,30 Pertanyaan: 1. Bagaimana analisa thd hasil lab saya? 2. Apakah hasil T tsb masih harus ditingkatkan, jika iya dengan cara apa? 3. Sebaiknya nilai T berapa untuk dapat menghasilkan sel sperma yang sehat? 4. Dan apakah ada saran untuk kami memperoleh keturunan? Cek analisa sperma baru 1 kali, mohon arahan dan penjelasannya. Terima Kasih

Terima kasih telah bertanya seputar Azoospermia menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Hasil analisa lab Anda menunjukkan Azoospermia yang akan kami jelaskan sebagai berikut :

Azoospermia adalah keadaan tidak ditemukannya sperma dalam cairan ejakulat (semen) yang keluar saat seorang pria ejakulasi. Sperma adalah sel yang diperlukan untuk membuahi sel telur pada proses fertilisasi. Kondisi ini dapat terjadi akibat sumbatan saluran sperma, atau akibat penurunan produksi sperma dalam buah zakar. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik langsung, pemeriksaan sperma, dan pemeriksaan hormon.

Apabila kondisi yang terjadi adalah tidak adanya sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur, tentunya seseorang kehilangan kemampuan untuk membuahi dan menyebabkan kehamilan serta tidak dapat diterapi dengan cara apapun. Namun azoospermia yang terjadi akibat sumbatan saluran sperma masih dapat diperbaiki dengan jalan operasi. Meskipun operasi yang dilakukan juga tidak dapat menjamin pengembalian atau peningkatan kesuburan penderitanya.

Pemeriksaan analisis sperma yang ideal biasanya dilakukan saat berpuasa hubungan seksual selama 2-5 hari, dan tidak melewati 1-2 minggu. Hal ini bertujuan untuk mendapat kualitas dan kuantitas terbaik dari sperma. 

Terkait kasus suami Anda, perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab gangguan azoospermia yang dialaminya. Kami sarankan  Anda untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis Andrologi. 

untuk menjawab pertanyaan Anda dari no 2 sampai 4

Hormon testosteron sangat bervariasi pada pria. Penurunan hormon testosteron akan menurun secara perlahan. Setelah pria berusia di atas 30 tahun, hormon testosteron akan menurun sebanyak kira-kira 1% per tahun. Dan pada usia 70 tahun, penurunan kadar hormon testosteron akan mencapai sebanyak 50%.

Kadar hormon testosteron yang rendah dapat menimbulkan gejala seperti:

1. Perubahan fungsi seksualTermasuk disfungsi ereksi, penurunan hasrat seksual, penurunan ereksi spontan, menurunnya kesuburan dan testis yang mengecil.

2. Perubahan pola tidurPenurunan testosteron dapat menyebabkan gangguan tidur seperti: insomnia dan mudah mengantuk.

3. Perubahan fisikPeningkatan lemak tubuh, penurunan massa otot, kekuatan dan tahanan serta penurunan densitas tulang. Pembesaran payudara (ginekomastia) dan hilangnya rambut tubuh juga dapat terjadi.

4. Perubahan emosionalKadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan rendahnya motivasi atau percaya diri. Anda akan merasa sedih atau depresi atau memiliki kesulitan mengingat atau berkonsentrasi pada suatu hal.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengalami gejala-gejala tersebut? Kami rasa pada pria seusia Anda seharusnya tidak ditemukan penurunan kadar hormon testosteron dalam darah, kecuali jika terdapat kelainan lain yang mendasari.

Pada dasarnya, hormon testosteron ataupun hormon-hormon lainnya dalam darah tersebut dapat dijaga keseimbangannya dengan berolahraga teratur, makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Pertumbuhan bulu-bulu halus pada pria sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal seperti hormon androgen. Pemberian hormon androgen sendiri memang bisa memberikan "efek samping" menumbuhkan bulu-bulu halus. Namun terapi hormonal tanpa indikasi yang tepat, misalnya kadar hormon Anda sebetulnya normal, dapat meningkatkan berbagai resiko keganasan seperti kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat. Kebiasaan mencabut bulu juga tidak serta merta membuat bulu tumbuh lebih lebat, karena lagi-lagi hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormonal.

Secara medis, untuk menumbuhkan bulu-bulu halus, alternatif yang dapat dilakukan salah satunya adalah transplantasi rambut. Transplantasi rambut dapat dilakukan dengan 2 cara: melalui rambut sendiri (biasanya rambut donor diambil dari rambut belakang tengkuk) atau rambut sintetis Penanaman rambut ini bisa dilakukan pada area tertentu yang ingin ditumbuhkan rambutnya misalnya kumis maupun janggut. Anda dapat mengkonsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini ke dokter spesialis bedah plastik guna penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi seputar Azoospermia yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar