Sukses

Diare pada Anak
05 Jan 2019, 00:56 WIB
Wanita, 32 tahun.

Selamat malam dok. Saat ini putra sy terkena diare, diarenya kadang cair kadang berlendir tp tetap ada ampasnya walaupun sedikit. Awal ke dokter spesialis anak diberi obat zinc & laktobi, tp tyt tetap dok, akhirnya sy bw lagi ke dokter yg lain diberi obat nifudiar & Lbio. Yg mau sy tanyakan kl sdh diberi nifudiar apakah obat zinc tetap diminum atw dihentikan? Lalu bolehkah anak minum madu sarikurma saat diare? Krn waktu diberi pedialyt anak sy tdk mau meminumnya akhirmya pedialyt.nya sy beri madu sarikurma baru stlh itu mau diminum. Mohon penjelasannya & Trm ksh dok.

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Biasanya dengan adanya lendir itu sudah ada infeksi dari parasit (disentri).

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar