Sukses

Donor Organ

03 Jan 2019, 09:12 WIB
Pria, 20 tahun.

dok, saya berencana untuk mendonorkan organ saya setelah saya meninggal dunia. saya sudah mencari di internet bagaimana mendaftarkan kan diri untuk mendonorkan organ saya tetapi saya tidak menemukan jawabannya. apakah saya dapat mendaftarkan diri dirumah sakit rumah sakit umum atau saya harus mendaftarkan diri lewat lembaga lembaga tertentu? Terimakasih dokter:)

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya seputar donor organ di Indonesia menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Jika anda ingin mendonorkan organ anda ketika anda telah meninggal dunia tentunya ini adalah tindakan yang mulia. Namun sayangnya, tidak semudah itu jika ingin melakukan donor organ, anda harus mendapatkan persetujuan keluarga anda, tak hanya cukup diri anda sendiri karena di Indonesia budaya nya masih kental. Organ tubuh yang bisa didonorkan adalah jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati) jika seseorang sudah meninggal. Dari sisi medis yang harus diperhatikan organ tersebut harus sehat.

Langkah yang dapat dilakukan:

Pastikan Anda benar-benar mau menjadi pendonor organ. Pendonor organ harus benar-benar yakin apakah ia mau mendonorkan organnya atau tidak, tidak boleh ada pengaruh orang lain. 

Daftarkan diri sebagai pendonor. Lembaga yang dapat melakukan hal ini untuk organ mata hanyalah organisasi Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk jenis donor kornea mata. Hingga saat ini belum ada sebuah organisasi atau yayasan yang khusus memfasilitasi donor organ lain karena takut disalahgunakan. Cara yang dapat Anda gunakan adalah dengan mendaftar pada salah satu rumah sakit yang relatif lengkap fasilitasnya, misalnya RS Tipe A/ B.

Jika ingin mendonorkan kornea mata misalnya, pertama-tama kornea mata akan diperiksa oleh dokter mata. Lalu pendonor harus mengisi formulir khusus yang berisi syarat-syarat tertentu dengan didampingi saksi. Setelah itu baru dicarikan resipien (penerima) organ yang kira-kira cocok. 

Katakan keinginan pada keluarga dan meminta dukungan nya. Jangan sampai keluarga anda menentang. Buatlah secara tertulis mengenai niat tersebut agar sah di mata hukum. Jika Anda tiba-tiba meninggal dunia karena kecelakaan atau penyakit, keluargalah yang akan mengurus keperluan donor organ tersebut, sehingga pengetahuan mereka atas niat Anda menjadi donor organ sangat krusial. Dokter tidak akan mengambil organ atau jaringan tanpa izin dari keluarga pendonor meskipun Anda sudah mendaftar menjadi seorang pendonor. Itulah mengapa diskusi dengan keluarga bagian penting dalam proses donor organ.

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar donor organ, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar