Sukses

Penyebab Remaja Mengompol

03 Jan 2019, 07:47 WIB
Pria, 13 tahun.

Kalo remaja ngompol di siang dan malam normal ngak?

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Ngompol atau dalam bahasa medis disebut enuresis adalah suatu keadaan tidak dapat menahan keluarnya air kemih. Apabila terjadi pada malam hari mengompol disebut enuresis nokturnal. Mengompol sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi hingga anak berusia 5 tahun. Meski pada sebagian besar kasus ini dapat sembuh secara spontan saat anak mencapai usia 10-15 tahun, tetap diperlukan monitor lebih lanjut untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.

Enuresis (mengompol) dapat dikelompokkan menjadi enuresis primer dan sekunder. Disebut enuresis primer apabila mengompol terjadi sejak anak lahir, tetapi apabila pernah terdapat fase tidak mengompol di antaranya, maka disebut enuresis sekunder. Enuresis primer lebih sering terjadi dibandingkan enuresis sekunder.

Berdasarkan penelitian, enuresis jenis ini dapat terjadi karena adanya faktor keturunan. Apabila kedua orangtua memiliki riwayat mengompol maka 77% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Dan apabila hanya salah satu orangtua yang memiliki riwayat mengompol maka sekitar 44% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Bahkan mengompol masih dapat terjadi pada 15% anak tanpa riwayat mengompol pada kedua oarngtuanya.

Selain faktor keturunan, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, yaitu:

  • keterlambatan pematangan fungsi susunan saraf pusat. Normalnya ketika kandung kemih penuh, saraf-saraf pada dinding kandung kemih akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan air kemih,dan otak akan membalas sinyal tersebut dengan perintah untuk menahan air kemih hingga siap dikeluarkan di toilet. Fungsi ini tidak dapat berjalan baik apabila susuanan saraf pusat terlambat matang.

  • ganguan tidur. Anak yang tidur nyenyak dan sangat dalam dapat menyebabkan anak tidak terbangun meski kandung kemih sudah penuh.

  • Kurangnya kadar hormon antidiuretik (hormon penahan air). Hormon ini membuat produksi air kemih berkurang pada malam hari.

  • Kelainan anatomi organ saluran kemih, misalnya kandung kemih yang kecil sehingga mudah menjadi penuh.

Prinsipnya terapinya adalah membuat kandung kemih dapat menahan lebih banyak air kemih dan membantu ginjal mengurangi produksi air kemih.  Enuresis dapat diatasi tanpa ataupun dengan obat, namun tentu saja obat yang dipakai juga memiliki efek samping tertentu. Yang dapat dilakukan saat ini adalah:

  • membatasi minum saat malam hari

  • hindari mengonsumsi teh, cokelat, soft drink, karena mengandung kafein yang bersifat diuretik

  • jadwalkan untuk pergi ke kamar mandi sekitar 30 menit sebelum tidur, atau tepat sebelum tidur

Apabila dengan cara di atas, Anda masih mengompol, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk tatalaksana yang optimal.

Baca juga: Umur Berapa Seharusnya Anak Berhenti Mengompol?

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar