Sukses

Usia Kehamilan Berbeda Dengan HPHT
02 Jan 2019, 19:15 WIB
Pria, 25 tahun.

Pagi Dok, Saya wanita usia 25Th, penderita endometriosis dan memiliki uterus didelphys (rahim ganda). Saat ini saya hamil di rahim kiri, kondisi rahim kiri saya terdapat cairan bebas (infeksi). Berdasarkan HPHT usia kandungan 5W namun saat di trans vaginal umur bayi belum terlihat dan diasumsikan baru 4W. Apakah kondisi rahim saya yang tidak normal memengaruhi usia kandungan Dok? Bagaimana agar usia kandungan sy bisa sesuai Dok? dan Apakah normal jika saya tidak mual ataupun muntah? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Terdapat beberapa cara untuk mengetahui usia kehamilan, salah satunya adalah dengan melakukan perhitungan menurut HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perhitungan kehamilan menurut HPHT. Perhitungan kehamilan menurut HPHT hanya dapat dipercaya apabila sang wanita hamil memiliki siklus menstruasi teratur dan normal yaitu sekitar 28 hari. Apabila siklus menstruasi Anda tidak teratur maka perhitungan ini tidak valid.

Namun metode perkiraan usia kehamilan dengan perhitungan hari pertama menstruasi terakhir tidak terlalu dapat diandalkan akurasinya dibandingkan dengan perhitungan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Karena itu, dalam hal ini, hasil perkiraan usia kehamilan dengan USG lebih dipercaya.

USG disarankan untuk dilakukan pada setiap wanita hamil khususnya jika fasilitas USG sudah ada. Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai frekuensi seorang wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Namun, dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu :

  • Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)
  • Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasenta
  • Pemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta.

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih sering jika dokter mencurigai kemungkinan adanya cacat janin dalam kandungan sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk melihat kelainan tersebut.

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

Sebenarnya penentuan usia kehamilan paling tepat dengan mengetahui masa pembuahan. Namun, sulit menentukan kapan terjadi pembuahan. Dokter umumnya menggunakan USG untuk mengetahui usia kehamilan, karena akurasi dari pemeriksaan ini tinggi.

Berkembang atau tidak berkembangnya janin yang dikandung dapat diketahui secara pasti melalui pemeriksaan USG kandungan.

Saat di USG dapat terlihat apakah ditemukan adanya kantung rahim yang disertai janin serta adanya denyut jantung janin yang terdengar.

Bila tidak berkembang biasanya, pembesaran rahim tidak pula disertai gambaran janin dan detak jantung janin. Namun, Anda tak perlu khawatir selama saat pemeriksaan kehamilan dengan dokter dan saat USG dikatakan baik-baik saja. Bagaimana hasil pemeriksaan dokter kandungan Anda?

Untuk memastikan perkembangan janin sebagaimana mestinya dapat dilakukan pemeriksaan USG ulang. Dengan pemeriksaan tersebut dapat dibandingkan perkembangan janin sejak pemeriksaan USG pertama.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar