Sukses

Anemia Pada Anak, dan Kehilangan Kemampuan Berdiri dan Berjalan
26 Dec 2018, 09:24 WIB
Wanita, 3 tahun.

Anak saya usia 3 thn, awalnya sudah lancar berjalan tanpa ada masalah, namun tiba tiba anak saya sakit dan hasil diagnosa dokter anak saya sakit anemia hipoplastik, selama 2 minggu bedrest di rumah sakit, setelah pulang sudah normal dan sehat, tiba tiba anak saya tidak mau untuk berdiri dan berjalan, namun untuk duduk anak saya normal ditempat tidur juga biasa berguling guling dan merangkak. Apakah yang terjadi pada anak saya kenapa tiba tiba dia merasa takut untuk berdiri dan berjalan?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Untuk kehilangan kemampuan berdiri dan berjalan sebenarnya bukanlah komplikasi anemia. Namun, memang bisa saja anemia menyebabkan kelemahan dan kurangnya kekuatan otot untuk menopang tubuh agar bisa berdiri dan berjalan. Ini biasanya terjadi pada penyebab anemia yang berat, dan persentasenya sangat kecil. Apakah penyebab kondisi anemia yang terjadi pada anak Anda? Sudahkah Anda bertanya pada dokter? Anda mesti mengetahui penyebab anemia tersebut, apakah akan berulang terus atau bisa ditangani dengan asupan makanan/ obat-obatan. Selain itu apakah perlu transfusi berkala atau tidak? Bila Anda belum mengetahuinya, ada baiknya Anda kembali pada dokter yang merawat untuk kontrol kesehatan, sekaligus meminta dokter memeriksa apakah ada kelainan tertentu yang menyebabkan anak tidak bisa berdiri dan berjalan.

Atau, bila anak tidak berdiri dan berjalan karena kemauannya yang rendah (misalnya takut), Anda bisa menyemangatinya secara perlahan-lahan sambil meyakinkan dirinya agar tidak takut. Lakukan hal ini dengan sabar dan tidak memaksa, lebih baik lagi bila dilakukan dalam sebuah permainan. Bila memang Anda merasa kesulitan, Anda bisa berkonsultasi kepada psikolog. Tentu saja konsultasi pada psikolog ini dilakukan setelah Anda memeriksakan si kecil ke dokter anak terlebih dahulu, agar dokter anak bisa memastikan bahwa tidak terdapat gangguan kesehatan apapun. Berikut kami jelaskan seputar anemia secara umum.

Anemia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat atau hemoglobin tidak mencukupi untuk membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Sel-sel di dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk dapat bertahan dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Anak Anda dapat mengalami anemia akibat beberapa hal berikut:

Tubuh anak tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup

Tubuh Anak menghancurkan atau kehilangan (dari perdarahan) terlalu banyak sel darah merahJumlah hemoglobin di dalam sel darah merah tidak mencukupi. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh dan membuang karbondioksida.Pada anak-anak anemia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti berikut;

Anak terlihat pucat, “keabu-abuan” (wajah, kelopak mata, kuku anak terlihat pucat)

Anak rewel

Anak mudah lelah

Anak lesu, lemas

Bila anemia memberat, anak Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut:

Sesak napas, Jantung berdebar, Tangan dan kaki bengkak, Bayi baru lahir yang mengalami anemia hemolisis dapat terlihat kuning, meskipun demikian tidak semua bayi baru lahir yang kuning mengalami anemia hemolisis.

Anak-anak yang kekurangan zat besi dari makanannya sehari-hari dapat menunjukkan gejala unik seperti memakan benda aneh seperti debu, clay. Perilaku ini dalam istilah medis dikenal sebagai “pica”. Hal ini tidak membahayakan, kecuali anak Anda memakan sesuatu yang bersifat toksik, seperti cat timbal. Biasanya gejala pica ini akan sembuh dengan sendirinya setelah anemia akibat kekurangan zat besi pada anak diatasi dan seiring pertumbuhan anak menjadi lebih dewasa.

Bila Anak Anda menunjukan salah satu gejala di atas segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis anemia.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar