Sukses

Anak Belum Bisa Bicara dan Sulit Makan

19 Dec 2018, 20:02 WIB
Pria, 30 tahun.

Halo, Dok. Anak saya sekarang 20 bulan. Gigi sudah lengkap. Berjalan sudah lancar, bahkan larinya kencang dari anak-anak seusianya. Suaranya keras. Tapi dia belum bisa bicara, Dok. Saya sedikit khawatir. Dia akan memanggil mama/papa kalau dalam keadaan menangis. Kalau bermainpun jarang memanggil temannya. Hanya mengeluarkan "hm, mm a, aa" atau teriak atau tertawa. Selain itu Dok, kalau makan tidak mau menggunakan lauk. Hanya nasi & kecap manis. Kalau saya campurkan ikan/telur atau apapun tidak akan di telan, langsung di keluarkan. Begitu juga kalau makam sop. Mohon solusi untuk masalah anak saya, Dok. Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda dan telah setia menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda akan perkembangan bicara anak Anda. Setiap anak berbeda dalam kecepatan pertumbuhan dan perkembangan. Cara untuk mencapai perkembangan yang optimal adalah dengan stimulasi yaitu meningkatkan respon terhadap anak. Stimulasi yang tepat adalah berkembang sesuai dengan tahapan anak. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada baiknya Anda mengetahui beberapa informasi mengenai tahapan perkembangan anak pada umumnya beserta kemungkinan penyebab keterlambatan wicara pada anak. Untuk umur anak 1,5 tahun, seharusnya anak sudah dapat memiliki bendahara kata yang cukup banyak dan dapat berkomunikasi. Namun izinkan kami menjelaskan tentang perkembangan bicara anak.

Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.

Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.

Sebelum berasumsi macam-macam, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebab keterlambatan bicara, yaitu:

  • Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara
  • Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri
  • Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik
  • Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain
  • Retardasi mental
  • Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu

Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tdak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif maka segeralan dibawa ke dokter anak.

Apabila ini adalah keterlambatan bicara fungsional maka umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan bicara akan akan membaik setelah usia 2 tahun. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah:

  • bermain bersama sesering mungkin
  • berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan beri respon terhadap suara yang anak keluarkan
  • apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”
  • bersabar, dalam artian jangan terlalu terburu-buru ingin mendengar anak bicarajangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ disbanding dengan ‘cucu’
  • Konsultasikanlah dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya yang mendasari keluhan ini.

Pada dasarnya, anak-anak dalam usia pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kalori yang mencukupi. Kebutuhan akan sayur dan buah juga penting untuk asupan vitamin dan mineral. Hingga usia 10 tahun, anak-anak membutuhkan 100 kalori setiap kilogram berat badannya. Bila anak Anda cukup aktif (sering berlari-lari, bermain) maka membutuhkan tambahan sekitar 400 kalori lagi. Sehingga anak Anda membutuhkan 1400 kalori setiap harinya. Hal ini dapat dipenuhi dengan porsi makan 3x sehari dengan takaran 1 piring nasi dengan jumlah nasi yang cukup besar, jumlah lauk yang cukup besar dan sayur. Di sela-sela jadwal makan 3x sehari dapat diberikan camilan seperti bubur kacang hijau, puding buah, kue. Dengan demikian kebutuhan kalorinya dapat terpenuhi.

Beberapa penyebab yang menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

  • Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Contohnya permen, minuman ringan, coklat, chiki, dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
  • Minum susu terlalu banyak. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari.
  • Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
  • Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Variasikan menu makanan dengan baik.
  • Anak sedang dalam fase 'negativistik'. Bina komunikasi yang baik dengan anak.
  • Bersabarlah menghadapi anak.Anak sedang sakit / sedih. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih.Apabila anak Anda minum susu, coba Anda berikan dengan jumlah yang lebih kecil namun sering.

Berikut ini kami sertakan tips yang dapat membantu anak untuk menyenangi makanan dan makan dengan lebih mudah:

  • Mengurangi cemilan yang membuat anak kenyang
  • Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak
  • Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.
  • Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak sehingga anak tidak bosan.
  • Tambahkan susu secukupnya. Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi. Cukup 2-3 gelas susu sehari.
  • Berikan jadwal makan teratur dalam jumlah yang kecil, jangan paksa anak menghabiskan makanannya
  • Hindari menunjukkan wajah khawatir atau marah ketika anak tidak mau makan. Perhatian terhadap kelakuan anak yang kurang baik justru dapat membuat anak terus melakukannya lagi
  • Bila anak mau makan atau mau menghabiskan makanannya maka berilah pujian

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar