Sukses

Rubella

17 Dec 2018, 09:12 WIB
Wanita, 25 tahun.

Malam dok,saya mau tanya, saya sedang hamil 2bulan, yg saya takutkan anak sodara saya trkena virus rubella, sya takut jadinya dok, saya harus gimana dok, saya minta pencerahaannya dok, terimakasih sebelum

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Rubella atau yang lebih dikenal sebagai campak jerman adalah penyakit virus akut yang menyerang baik anak-anak maupun dewasa termasuk ibu hamil. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah infeksi pada ibu hamil dapat ditularkan pada janin sehingga dapat menimbulkan kecacatan pada anak.

Apa gejala dari rubella? Bercak merah yang ditimbulkan biasanya mulai dari wajah lalu menyebar ke batang tubuh. Sedangkan kelenjar getah bening yang terlibat dan membesar biasanya kelenjar getah bening yang terletak di belakang telinga (postauricular), tengkuk (suboccipital) serta leher (cervical). Dibanding anak-anak, jika virus ini menyerang orang dewasa biasanya mengalami gejala yang lebih berat. Mungkin disertai radang selaput mata (conjunctivitis), pilek yang berat (coryza) dan juga radang sendi (arthritis). Radang sendi ini lebih sering terjadi pada wanita.

Namun umumnya infeksi penyakit ini biasanya tidak menunjukan gejala klinis yang berarti. Gejala yang muncul hanya seperti lemas, tidak nafsu makan, demam sedikit. Virus ini menyebar lewat hubungan yang dekat (close contact) antar individu misalnya dengan orang yang tinggal serumah. Batuk dan bersin juga dapat membantu penyebaran virus ini jika orang tersebut sudah terjangkit.

Mengapa harus dicegah sebelum hamil? Jika Anda merencanakan kehamilan, kami menyarankan ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan berkaitan penyakit ini. Anda akan diminta melakuka pemeriksaan darah dan hasilnya akan menunjukkan apakah Anda sudah kebal (imun) terhadap Rubella atau tidak.

Jika dahulu Anda pernah terjangkit virus ini atau pernah divaksin yang mengandung komponen virus ini, maka tubuh Anda akan memberi respon dengan membentuk zat antibodi terhadap virus tersebut. Jika di kemudian hari, Anda terserang virus Rubella kembali, tubuh Anda sudah mengenalinya. Dengan pengenalan ini, tubuh Anda akan cepat merespon virus ini sebelum virus ini menimbulkan penyakit pada tubuh Anda. Zat antibodi ini lah yang dapat menjadi patokan apakah tubuh Anda cukup poten untuk kebal terhadap virus Rubella.

Biasanya, antibodi dalam tubuh Anda akan dites beberapa kali. Jika jumlah antibodi Anda tetap dalam beberapa kali tes tersebut, menunjukan infeksi terjadi sudah lama terjadi dan Anda boleh bernafas lega untuk melanjutkan ke tahap kehamilan. Namun jika terjadi perubahan, mungkin Anda masih dalam keadaan terinfeksi. Anda dianjurkan melaksanakan pengobatan dahulu sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun jika hasilnya negatif, berarti Anda belum pernah terkena penyakit ini dan tubuh Anda pun belum kebal terhadapnya. Maka sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin Rubella minimal satu bulan sebelum Anda melangkah ke tahap kehamilan.

Vaksin Rubella biasanya digabungkan dengan vaksin mumps dan campak yang namanya vaksin MMR (Measles, Mumps dan Rubella).

Bagaimana bila saya terlanjur hamil? Jika Anda sudah terlanjur hamil, namun belum melakukan tes kekebalan terhadap Rubella, kami menyarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Jika Anda sudah kebal, Anda dapat melanjutkan kehamilan Anda dengan tenang. Namun jika Anda belum kebal, banyak hal yang harus Anda perhatikan.

Pertama, vaksin MMR tidak dapat diberikan jika Anda sedang hamil. Yang dapat Anda lakukan hanya menghindari sedapat mungkin terhadap paparan penyakit ini. Hindari untuk pergi keluar ke tempat-tempat yang Anda tidak dapat pastikan penghuninya tidak terserang virus Rubella. Hindari juga untuk berpergian ke luar negeri dimana di negara tersebut banyak yang terjangkit virus Rubella.

Pastikan anak-anak Anda yang lainnya sudah mendapatkan vaksin Rubella (MMR). Anggota keluarga yang sudah dewasa pun perlu ikut dipastikan bahwa mereka sudah kebal terhadap Rubella, jika tidak, ada kemungkinan bagi mereka untuk memaparkan kepada Anda.

Segeralah minta untuk divaksin setelah melahirkan untuk pencegahan pada kehamilan berikutnya jika Anda belum divaksin. Vaksin ini cukup aman diberikan pada saat menyusui. Namun yang perlu diperhatikan, Anda tidak boleh hamil kembali selama satu bulan (kurang lebih 28 hari) setelah dilakukan vaksin.

Jika paparan virus Rubella terjadi pada empat minggu pertama masa kehamilan pada ibu yang belum kebal, dapat menyebabkan infeksi pada janin yang dinamakan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Tanda klasik yang timbul pada janin yang terinfeksi pada masa awal kehamilan adalah katarak, penyakit jantung, tuli dan gejala lainnya. Ini disebabkan pada awal kehamilan terjadi pembentukan organ-organ penting bayi. Faktor yang paling menentukan tingkat kecacatan pada bayi adalah kapan terjadinya paparan infeksi. Jika terjadi pada 3 bulan pertama, 50% janin kemungkinan ikut terinfeksi, namun jika terjadi pada 3 bulan kedua, hanya satu per tiga bayi yang kemungkinan akan ikut terinfeksi.

Mengenai Vaksin Rubella Vaksin Rubella biasanya diberikan pada anak balita dua kali, yaitu pada umur 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Namun jika vaksin diberikan diluar waktu rekomendasi vaksin ini pun aman asal jarak antara vaksin pertama dan kedua lebih dari 28 hari. Vaksin Rubella ini sangat aman diberikan pada orang yang sehat. Vaksin ini sangat berguna untuk melindungi terkena Rubella terutama pada saat kehamilan.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar