Sukses

Tindakan PCI

16 Dec 2018, 16:10 WIB
Pria, 35 tahun.

Mohon petunjukknya mengenai operasi PCI 1. Apakah operasi PCI aman? 2. Kenapa harus dilakukan tindakan PCI? 3. Kalau sdh dilakukan tindakan PCI apa yg harus diperhatikan dalam menjalani hidup? (Apakah ada pantangan, hal2 yg tidak boleh dilakukan) 4. Dokter menyarankan tindakan PCI, apakah ada resiko jika tindakan tersebut tidak dilakukan dengan alasan takut atau belum siap? 5. Apakah PCI masuk dalam tanggungan BPJS? Atas perhatian dan bantuannya diucapkan limpah terima kasih Salam

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Percutaneus Coronary Intervention (PCI) adalah tindakan kateterisasi untuk melihat sumbatan pada pembuluh darah jantung. Prosedur ini relatif aman, namun setiap tindakan kedokteran tentu memiliki risiko. Untuk PCI risiko bisa berupa perdarahan, sampai gangguan irama jantung saat dilakukan tindakan. Namun, jika tidak dilakuan tindakan ini, bisa jadi sumbatan pembuluh darah bertambah dan nantinya berpotensi menyebabkan serangan jantung, bahkan kematian mendadak. PCI sendiri ditanggung BPJS pada rumah sakit yang mampu dan bekerja sama dengan BPJS.

Penyakit jantung koroner merupakan suatu kondisi di mana terdapat plak yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner di jantung. Plak ini dikenal dengan sebutan aterosklerosis.

Plak aterosklerosis terbentuk akibat proses yang terjadi selama bertahun-tahun. Jika plak semakin besar dan mengganggu suplai oksigen di otot jantung, maka keluhan nyeri dada yang menjalar sampai ke bahu, leher, atau punggung.

Pengobatan penyakit jantung koroner terdiri dari terapi non-farmakologis dan faramakologis. Terapi non-faramakologis berupa perubahan gaya hidup, seperti olahraga, berhenti merokok, diet sehat, dan menghindari stres. Sedangkan terapi farmakologis berupa pemberian obat-obatan.

Pada beberapa orang dengan kondisi tertentu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tindakan medis. Misalnya Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG).

PCI atau pemasangan ring jantung bertujuan untuk membuka dan/atau menghilangkan sumbatan di arteri koroner jantung. Sebuah tabung yang tipis nan fleksibel dimasukkan ke arteri koroner jantung melalui arteri di pangkal paha atau pergelangan tangan.

Kemudian disuntikkan cairan kontras untuk memperjelas sumbatan. Setelah sumbatan teridentifikasi, balon dikembangkan, dan kemudian ring jantung dipasang. Sedangkan CABG biasanya dilakukan bila dokter menemukan adanya beberapa sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner jantung.

Bagi pasien yang didiagnosis mengalami sindrom koroner akut atau serangan jantung, PCI merupakan pilihan terapi utamanya. Pasien yang memiliki penyakit jantung koroner yang stabil juga dapat dilakukan PCI jika sumbatannya besar dan sering menimbulkan keluhan nyeri dada.

Setelah pemasangan ring, risiko terjadinya sumbatan ulang tetap ada. Stent yang dilapisi obat -Drug Eluting Stent (DES)– memiliki risiko sumbatan ulang yang lebih kecil dibandingkan dengan ring yang tidak dilapisi obat.

Maka dari itu, sekalipun sudah dipasang ring jantung, pasien harus tetap rutin mengonsumsi obat yang diberikan dokter dan menerapkan pola hidup sehat.

Demikian penjelasan kami.

0 Komentar

Belum ada komentar