Sukses

Konstipasi
07 Des 2018, 09:57 WIB
Pria, 25 tahun.
Sy setiap hari konsumsi sayur bayam dgn pepaya ckup bnyak dok.. 1x makan nasi hanya 5sendok namun sayur bayamnya yg lbh bnyak kemudian sy makan 3x sehari dgn porsi konsisten spti itu.. setiap hari sy habiskan 8 gelas pepaya (500gram) kemudian sayur bayam 2mangkok stiap hari .. apakah dgn porsi seperti itu tdk berlebihan dok ? Keluhan sy hnya setiap BaB seperti kekurangan dorongan alamiah dri dlm sehingga feses terasa seperti mentok di ujung anus tp ketika ujung feses sdh berhasil keluar sisax lngsung ikut 1x jalan tnpa bantuan mengejan. intix spertinya hanya ujung feses sy yg susah keluar kemudian berkurang dorongan alamiah dri dlm . Trims

Terima kasih telah bertanya tentang sulit BAB atau konstipasi menggunakan fitur Tanya Dokter. Bentuk feses yang baik adalah bentuk seperti pisang dengan konsistensi lunak namun tidak cair. Konstipasi adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), atau penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Jika BAB keras dipaksakan dengan cara mengedan maka dapat terjadi iritasi pada daerah sekitar lubang dubur sehingga dapat timbul perdarahan. Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid. Perdarahan pada wasir jika tidak terlalu banyak dapat berhenti sendiri, namun jika luka daerah tersebut terlalu luas maka perdarahan dapat sulit berhenti. Hal yang Anda perlu lakukan saat ini adalah mencegah terjadinya konstipasi. Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal: Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkan sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung. Anda tidak harus melulu mengonsumsi sayuran itu-itu saja dan dalam jumlah yang terlalu berlebih sehingga tidak makan yang lainnya seperti protein. Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus. Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja Jangan menunda dilakukannya BAB. Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus. Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya.Khususnya jika keluhan BAB dengan konsistensi ini berlangsung lama, ada gejala seperti sakit perut, penurunan berat badan, cobalah berkonsultasi dengan dokter. Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar