Sukses

Gangguan Penglihatan Penderita Diabetes
06 Des 2018, 21:06 WIB
Pria, 30 tahun.

Selamat malam Dokter. Saya ingin bertanya untuk ibu saya penderita diabetes. Pandangannya agak burem dan berobat ke dokter mata disuruh untuk disuntik kemudian di laser hingga 3 kali. Setelah dilaser penglihatanya jadi agak gelap. Apakah karena itu efek kebanyakan laser dok ? Sekarang dikasih obat tetes Noncort. Cocok atau tidak dok ? Adakah obat atau vitamin yang dapat membantu penglihatannya Ibu saya terang kembali ? Terim kasih dokter

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter

Sebetulnya diabetes memiliki efek pada berbagai organ tubuh. Komplikasi pada penderita diabetes dibagi menjadi 2 : mikro-angiopati dan makro-angiopati. Mikro-angiopati atau kelainan pembuluh darah kecil menyebabkan kerusakan ginjal (nefropati), kerusakan saraf (neuropati), dan kerusakan retina (retinopati). Sedangkan makro-angiopati atau kelainan pembuluh darah besar dapat menyebabkan kelainan jantung dan otak (stroke).

Bagian mata yang terkena efek kadar gula darah yang tinggi untuk waktu lama adalah retina, badan kaca, lensa, dan saraf mata. Pada lensa dapat terjadi katarak atau kekeruhan lensa. Keluhan yang ada biasanya berupa penglihatan yang buram/kabur/berasap. Penanganan katarak adalah operasi untuk mengganti lensa mata. Operasi ini adalah operasi yang mudah, dan tidak membutuhkan pembiusan. Tekanan bola mata juga dapat meningkat, atau disebut juga Glaukoma. Penanganan hal ini adalah dengan pemberian obat tetes mata.

Efek gula darah yang tinggi pada retina adalah terhadap pembuluh-pembuluh darah kecil di sana. Pembuluh darah dapat rusak, sehingga terjadi kebocoran darah yang masuk ke dalam badan kaca. Darah yang ada akan menghalangi jalannya cahaya menuju retina. Lama kelamaan pembuluh darah yang rusak tersebut dapat menjadi jaringan ikat. Jaringan ikat yang terbentuk dapat menyebabkan retina terlepas dari bagian belakang bola mata. Keluhan yang dapat muncul adalah rasa adanya kilatan-kilatan cahaya di mata, kemudian seperti ada tirai yang menghalangi penglihatan.

Retinopati diabetikum pada stadium awal (non-proliferatif) bisa timbul tanpa gejala. Hal ini disebabkan karena pusat penglihatan belum terkena komplikasi DM. Penderita sebaiknya tak menunggu hingga muncul gejala untuk menghindari terjadinya tahap Proliferatif (stadium lanjut) yang membutuhkan penanganan pengobatan yang lebih sulit. Pengobatan untuk Retinopati Diabetikum diberikan melalui terapi laser fotokoagulasi yakni terapi dengan menggunakan sinar laser dengan frekuensi tertentu pada retina mata. Terapi ini berfungsi untuk memagari dan mengontrol DM yang telah masuk di retina mata agar tidak menyebar. Pengobatan lain yakni dengan virektomi atau tindakan operasi yang dilakukan karena adanya perdarahan di badan kaca pada stadium Proliferatif. Terapi laser dan virektomi terbukti efektif mencegah kebutaan, tetapi tidak dapat menyembyhkan Retinopati Diabetikum.

Mengontrol kadar gula darah, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah kebutaan.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar