Sukses

Sakit kepala

05 Dec 2018, 10:25 WIB
Wanita, 22 tahun.

Hallo Dokter, Mau tanya nih. Saya kemarin sakit kepala tiba* seperti ditarik* di bagian kepala sebelah kiri deket alis mata. Itu pada saat saya di atas pesawat mau landing. Saya sudah minum obat panadol tetapu belum hilang* juga sakit kepalanya sampai sekarang. Tambahan info : saya ada sedikit pilek karna perubahan cuaca waktu itu. Terimakasih Dok, mohon bantuannya.

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.

Tension Type Headache

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH). Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

•   Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian

•   Gangguan tidur

•   Posisi tubuh yang salah saat bekerja

•   Waktu makan yang tidak teratur

•   Kelelahan mata

•   Penghentian konsumsi kafein

Jika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan, kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah berat, demam, penurunan berat badan, mual/muntah, Anda tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH.

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda langsung.

Migraine

Kondisi lain penyebab sakit kepala tersering adalah penyakit migrain. Sekitar 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki) beberapa saat sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura (migrain klasik).

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu.

Keluhan migrain yang Anda alami dapat diatasi dengan mengonsumsi obat golongan antiradang bukan steroid (OAINS/NSAID) seperti asam mefenamat, ibuprofen, atau natrium diklofenak. Tidur dan terapi relaksasi juga seringkali merupakan obat mujarab untuk menghilangkan migrain ini. Namun sebaik-baiknya pengobatan, yang terbaik adalah mencegah keluhan tersebut agar tidak timbul kembali. Oleh sebab itu, mulailah menghindari faktor-faktor pencetus migrain dan coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

•   Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)

•   Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko

•   Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)

•   Makanan yang difermentasi

•   Alkohol (red wine)

•   Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Untuk memastikan diagnosis keluhan Anda, kami sarankan Anda berkonsultasi kepada dokter spesialis syaraf untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh serta pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI bila diperlukan. Karena seyogyanya untuk mendiagnosis suatu penyakit dibutuhkan pemeriksaan fisik sehingga sulit bagi kami untuk mendiagnosis keluhan Anda. 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar