Sukses

Flek setelah haid

04 Dec 2018, 09:18 WIB
Wanita, 21 tahun.

Haii dok, mau tanya kemaren saya haid tanggal 14, terus skrg ko haid lagi tapi cuma flek dan sedikit engga seperti haid biasanya, terus warna nya juga agak gelapan itu tandanya apa ya dok

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Apakah flek tersebut muncul pada saat siklus haid atau diluar siklus haid? Sebab flek juga bisa menandakan darah haid. Darah haid yang berwarna kecoklatan dan kehitaman merupakan darah haid yang mengandung sel darah yang lebih lama (bukan sel darah merah segar) karena tertahan di dalam rahim dan tidak segera dikeluarkan. Bila tidak ada keluhan lain (siklus haid memanjang, nyeri perut/ pinggang hebat, dll) maka Anda tidak perlu khawatir. Sebaliknya, bila terdapat keluhan lain yang menyertainya maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis Kandungan.

Normalnya siklus haid seorang wanita berlangsung setiap 21-35 hari selama 3-8 hari dengan jumlah perdarahan yang keluar berkisar antara 20-60 ml/hari. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir mengenai siklus haid yang terkadang suka terlambat atau lebih cepat 3-7 hari karena lamanya siklus haid memang dapat berbeda-beda dan hal ini dipengaruhi oleh sistem hormon di dalam tubuh.

Penyebab lain flek misalnya sebagai berikut:

1. Kehamilan atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)

2. Penggunaan kontrasepsi oral

3. Ketidakseimbangan hormon

4. Infeksi pada alat kelamin

5. Pengobatan tertentu (misal: obat pengencer darah)

6. Polip serviks (benjolan pada mulut rahim)

7. Kanker serviks

8. Dysfunctional uterine bleeding (pendarahan akibat hormonal)

9. Endometriosis, adenomyosis (bentuk kelainan pada dinding rahim)

10. Hiperplasia endometrial

11. Pelvic inflammatory disease (penyakit infeksi pada saluran kewanitaan)

Flek-flek yang terjadi juga dapat disebabkan karena adanya perlukaan pada organ intim setelah melakukan hubungan seksual. Untuk itu, kami sarankan agar dilakukan pemantauan dan jika terjadi lagi, sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar