Sukses

Sesak nafas dan pusing, anemia?
04 Dec 2018, 09:18 WIB
Pria, 14 tahun.

Halo Dok, jadi saya sering sesak nafas dan pusing di waktu yang sama. Saya memang punya anemia dan dulu juga punya pneumonia. Cuman kenapa ya, dok?

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Anemia atau dalam bahasa awam disebut dengan kurang darah adalah kondisi di mana kadar Hemoglobin (Hb) di dalam darah rendah. Hemoglobin diperlukan untuk menghantar oksigen ke seluruh tubuh. Kadar Hemoglobin seseorang dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah (laboratorium).

Perlu juga memperhatikan apakah ada riwayat pada keluarga, pekerjaan yang berisiko seperti terpapar dengan radiasi hebat, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan pada kehamilan, dan yang terpenting adalah dengan memperhatikan asupan konsumsi makanan sehari hari yang sehat. Gejala anemia biasanya tidak spesifik dan tergantung dari penyebab dan hal lain yang memungkinkan terjadinya anemia, namun beberapa gejala awal yang paling umum ditemukan adalah:

•   Mudah lelah dan letih

•   Sering pusing

•   Mata berkunang-kunang

•   Lemas dan cepat mengantuk

Jika sudah parah, anemia dapat menimbulkan gejala berikut:

•   Perasaan berdebar-debar pada jantung

•   Sesak napas dan sakit kepala

•   Sulit untuk konsentrasi

•   Kulit yang pucat termasuk di wajah, bibir dan pada konjungtiva mata

•   Keram pada kaki atau tangan

Derajat anemia dikategorikan sebagai berikut:

•   Anemia ringan yaitu kadar Hb antara 9,5-13 g/dL

•   Anemia sedang yaitu kadar Hb antara 8-9,5 g/dL

•   Anemia berat yaitu kadar Hb di bawah 8 g/dL

Anemia dapat terjadi bila tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah, bila terjadi perdarahan, dan bila tubuh menghancurkan sel darah merah. Penyebab anemia bermacam-macam, yaitu:

▪    Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat dan vitamin B12.

▪    Mengalami penyakit kronis seperti kanker, HIV/AIDS, Tuberkulosis, autoimun, penyakit ginjal dan penyakit kronis lainnya.

▪    Anemia aplastik, di mana tubuh tidak memproduksi sel darah merah dengan cukup.

▪    Anemia akibat kelainan darah seperti leukemia dan myelofibrosis.

▪    Anemia hemolitik, di mana penghancuran sel darah merah lebih cepat dari waktu produksi.

▪    Anemia sel sabit yang merupakan penyakit bawaan.

▪    Talasemia dan anemia akibat infeksi malaria.

Sebaiknya Anda berkosultasi langsung ke dokter untuk memastikannya. Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium juga rutin dilakukan untuk melihat apakah terdapat kelainan dalam jumlah produksi darah merah atau kelainan lainnya yang mendasari terjadinya anemia. Jika penyebab sudah diketahui, dokter akan melakukan penanganan yang tepat. Penanganan anemia tergantung penyebabnya. Karena itu, sebaiknya Anda memeriksakan diri terlebih dulu ke dokter agar dapat dipastikan apakah yang Anda alami anemia dan dapat ditentukan penyebabnya.  

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar