Sukses

TB MDR

03 Dec 2018, 09:40 WIB
Wanita, 19 tahun.

Hallo dok, saya perempuan 19 tahun, akhir april tadi saya di diagnosa dokter terkena tb paru dan mesti melakukan perawatan selama 6 bulan, dan akhir oktober tadi genap pengobatan 6 bulan. Dan masuk bulan november atau seminggu pengobatan saya batuk2 lagi, saya pikir itu hanya batuk biasa jd saya berobat ke dokter umum, dokter nya pun bilang bahwa sy hanya radang tenggorokan, lalu batuk saya sempat sembuh beberapa hari, dan setelah itu kambuh lagi dan dahak nya pun semakin banyak menggangu pernafasan dan tenggorokan. Sebelumnya ada teman sekelas saya yg positif tb dan sdh parah, dia mengeluarkan baturk berdarah, tp tdk pernha mengnakan masker di kelas. Dan Akhirnya saya periksa ke RS dan bertnya pada dokter penyakit dalam dan paru2 dan saya di rontgen, hasil rontgen nya bagus tdk terdapat gejala2 tb, dan bb saya pun tdk menurun dan tdk ada gejala2 tb. tp dokter menyarankan untuk tetap cek dahak di RS lain di poli Mdr tb. Yg saya tanyakan . 1, mdr tb itu apa? 2. Apakah pengobatan saya tdk berhasil? 3. Apakah saya ikut tertular teman sekelas saya? Terima kasih dokter

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya seputar TB MDR melalui fitur tanya dokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Pertama perlu terlebih dahulu dimengerti apakah yang dimaksud dengan TB MDR tersebut.

Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin secara bersama-sama atau disertai resistensi terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisisn dan pirazinamid.

Gejala fisik yang terjadi apda umumnya seperti gejala TB yang tidak resisten obat, hanya saja pada TB yang tidak resisten, gejala akan membaik hingga sembuh setelah lama waktu pengobatan yang ditentukan, pada umumnya 6 bulan.

Penularan Kuman TB resisten obat adalah sama seperti penularan Kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Orang yang tertular (terinfeksi) kuman TB resisten Obat dapat berkembang menjadi sakit TB dan akan mengalami sakit TB MDR dikarenakan yang ada di dalam tubuh pasien tersebut adalah kuman TB MDR. Pasien TB MDR dapat menularkan kuman TB yang resisten obat kepada masyarakat disekitarnya.

Resistensi terhadap obat anti TB dapat terjadi akibat pemberikan obat yang tidak tepat, yaitu pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak epat baik panduan, dosis, lama pengobatan, dan kualitas obat, demikian pula adanya kendala suplai obat yang tida selalu tersedia.

TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang yang;

-Tidak menelan obat TB Secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan-Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya-Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi-kontak erat dengan seseorang yang sakit TB resisten obat, MDR atau TB XDR.

Kunci pencegahan TB MDR adalah dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resistan obat dan dilanjutkan dengan pengobatan dengan obat anti TB tingkat diatasnya (lini kedua). Selain itu perlu juga mengenali faktor resiko yang dimiliki, seperti yang disebutkan diatas, dan menghindarinya.

Dalam kondisi Anda, bila memang Anda memiliki faktor risiko yang menyebabkan Anda dapat terkena TB MDR seperti yang disebutkan di atas, bisa saja Anda saat ini mengalaminya. Namun hal itu belum tentu dan tetap harus diperiksa lebih lanjut. Masih ada kemungkinan Anda mengalami radang tenggorokan biasa, karena hasli rontgen terbaru yang tidak memberikan petunjuk ke arah infeksi TB kambuh. Namun kami sangat menyarankan agar Anda menjalani langkah-langkah pemeriksaan yang direkomendasikan dokter, karena ini adalah untuk kebaikan diri Anda sendiri. Bila ketahuan secara cepat tentunya penanganan akan lebih segera.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

salam,

0 Komentar

Belum ada komentar