Sukses

Flek di Luar Siklus Haid
03 Dec 2018, 07:02 WIB
Wanita, 19 tahun.

Bulan ini saya haid tanggal 1 sampai tgl 6, kemudian selang beberapa hari dr selesai haid muncul bercak merah kehitaman, kemudian tgl 12 darah seperti haid merah (tanpa gumpalan) keluar lagi terus menerus sampai tgl 24. Lalu berhenti dua hari kemudian (tgl 26) mulai keluar lg bercak merah gelap dan tgl 27 keluar lagi darah merah terang seperti darah haid. Apa itu normal? atau ada cenderung ke suatu penyakit?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Perdarahan flek yang terjadi di luar siklus haid perlu dicari penyebabnya. Hal itu tidak berkaitan dengan masa subur. Masa subur tidak menimbulkan gejala flek-flek. Gangguan tersebut biasanya diakibatkan karena gangguan hormon. Gangguan tersebut dapat disebabkan karena:

  • Dysfunctional uterine bleeding
  • Endometriosis, adenomiosis
  • Kehamilan ektopik
  • Hiperplasia endometrial
  • Polip
  • Penggunaan kontrasepsi
  • Kanker leher rahim
  • Penyakit radang panggul

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Dengan demikian Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat dan optimal.

Perhitungan masa subur adalah 14 hari +/- 2 hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur.

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan. 

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya  adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar