Sukses

Konstipasi pada Anak

27 Nov 2018, 11:23 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok, anak saya usia 2,5th, dr usia 7bln setiap bab harus memakai obat pencahar dikarenakan tidak ada reaksi mau Bab, sudah saya periksakan kespesialis anak,sudah dirontgen juga normal ususnya,, sudah makan sayur juga setiap hari. Masih sama saja. Apa yg harus saya lakukan dok? Apakah ada efek sampingnya dgn penggunaan obat pencahar yg cukup lama. Terima kasih sebelumnya,,

Terima kasih telah menanyakan tentang konstipasi pada anak melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit. Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Jika BAB keras dipaksakan dengan cara mengedan maka dapat terjadi iritasi pada daerah sekitar lubang dubur sehingga dapat timbul perdarahan.

Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid.

Terkadang konstipasi juga menyebabkan nyeri perut, nyeri ini bisa berasal dari organ pencernaan yang kelelahan akibat terus berkontraksi untuk mengeluarkan kotoran, namun kotoran sulit dikeluarkan. Selain itu, juga bisa berasal dari otot atau kram perut, dimana saat sembelit otot-otot perut bekerja lebih keras agar dapat mengeluarkan kotoran, sehingga membutuhkan banyak sumber energi yang terbatas, kemudian otot akan menggunakan energi dalam bentuk lain yang akan menghasilkan produk sisa yang menyebabkan rasa kram.

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal:

1. Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.

2. Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.

3. Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinjaJangan menunda dilakukannya BAB.

4. Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil.

Bila keluhan berlanjut,sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai konstipasi pada anak. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar