Sukses

Gagal Perkembangan Janin?

16 Nov 2018, 07:45 WIB
Pria, 25 tahun.

Halo dokter, mau bertanya. saya sudah 2 bulan menikah, selama ini mensturasi saya selalu teratur, sekitar maju 2 hari tiap bulan atau pada tgl yg sama pd seperti bulan sebelumnya. pada saat 2 bln pernikahan, saya telat sekitar 9 hari, sy fikir saya hamil, adanya kram perut seperti di cubit yang tak seperti biasanya, namun tak ada mual dan bercak darah. dan akhirnya sy mens padahal sudah telat 9 hari. hal itu tidak pernah terjadi sebelum2nya dan sakit kram mensturasi sangat sakit hingga melilit, namun ada gumpalan darah seperti biasa tiap bulan seperti itu. apakah hal tsb termasuk dalam kategori adanya pembuahan tp gagal di tengah jalan? terimakasih..

Terimakasih sudah bertanya melalui fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Penyebab janin yang tidak berkembang bisa disebabkan oleh 2 hal, yaitu hamil ektopik atau blighted ovum.

Kehamilan ektopik, artinya proses pembuahan memang terjadi, tetapi tidak berkembang di tempat yang seharusnya (tempat perkembangan janin normal adalah rahim, tempat yang tidak seharusnya, misalnya pada tuba sebelum rahim). Akibatnya janin tidak memiliki lingkungan yang kondusif untuk berkembang dan terpaksa kehamian Anda diterminasi atau dihentikan.

Blighted ovum (BO) atau disebut kehamilan kosong. Terjadi ketika sel telur berhasil dibuahi namun tidak berkembang menjadi embrio. Sel tetap membentuk kantung janin (gestational sac) namun konsepsi (pembuahan) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Hasil konsepsi akan terus tertanam di dalam rahim dan memberikan sinyal kepada otak bahwa terdapat konsepsi di dalam rahim sehingga hormon kehamilan tetap akan dihasilkan dan kehamilan akan terus berkembang menjadi kehamilan biasa, ibu hamil merasa benar – benar hamil dengan ditambah adanya hasil test pack yang positif.

Keluhan Anda adalah darah haid yang bergumpal. Secara umum, setiap darah yang keluar dari tubuh akan mengalami proses penggumpalan. Namun yang perlu Anda waspadai adalah apabila perdarahan yang Anda alami banyak dan tidak berhenti. Dimana hal ini perlu dicari tahu penyebabnya. Selain keluhan itu, apakah ada keluhan lain seperti perdarahan tidak berhenti? lemas? pusing? perdarahan di daerah lain?

Sementara itu, keluhan nyeri pada saat haid biasa disebut dengan dismenorea. Dismenorea atau nyeri haid biasanya dialami pada wanita usia muda. Nyeri ini diakibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya di dominasi di area perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang, punggung bagian belakang, sampai ke area paha.

Rasa sakit ini biasanya dirasakan pada hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  1. Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh. Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  2. Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Apabila hal ini masih mengganggu Anda, kami sarankan Anda tetap berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. 

Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat. Salam sehat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar