Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Mimpi Basah

14 Nov 2018, 14:52 WIB
Pria, 19 tahun.

Wajarkah jika mimpi basah tapi tidak bersenggama dengan lawan jenis dalam mimpi tersebut?

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Mimpi basah adalah orgasme dan/atau ejakulasi sperma di waktu tidur dan hanya dialami oleh laki-laki. Mimpi basah sering dialami oleh remaja laki-laki, yang sekaligus menjadi tanda bahwa ia telah memasuki masa pubertas. Hal ini bisa berupa mimpi yang erotis atau tidak, tergantung dari yang mengalami mimpi itu sendiri.

Pada usia sedang aktif karena memasuki masa pubertas atau pradewasa memang umumnya terjadi mimpi basah, namun hal ini tidak serta merta harus terjadi pada semua laki-laki. Pada usia 17-18 tahun, 2/3 laki-laki akan mengalami mimpi basah. Mimpi basah sendiri adalah suatu fenomena kedewasaan laki-laki, dan normal terjadi. Belum ada sumber yang baku menyatakan nilai normal dari mimpi basah seorang pria.

Mimpi basah berfungsi sebagai katup pengaman fisiologis ketegangan seksual. Hal tersebut dicetuskan karena mimpi basah tejadi pada sebagian besar laki-laki lajang; setelah seorang laki-laki menikah (dan mungkin menemukan saluran yang tetap dan memuaskan bagi hasrat badaninya) mimpi basah tersebut biasanya berhenti.

Mimpi basah, secara bertahap akan berkurang frekuensinya pada saat seorang laki-laki berusia dua puluh tahunan dan hanya kadang-kadang saja terjadi pada usia tiga puluhan dan hampir tidak terjadi lagi pada usia empat puluhan. Mimpi basah dapat terjadi selama seorang pria belum menikah, yaitu ketika akhirnya seorang pria dapat melakukan hubungan seksual dengan istrinya sebagai penyaluran hasrat seksual pria. Ini merupakan suatu kondisi yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, bila keluhan ini berlanjut dan Anda merasa terganggu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan dicari penyebabnya, apakah psikis atau ada kelainan tertentu yang mendasari keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar