Sukses

Imunisasi Pada Anak Pentingkah?
13 Nov 2018, 23:23 WIB
Wanita, 26 tahun.

Malam dok, saya mau nanya apa akibatnya kalau anak tidak imunisasi booster ?

Terima kasih telah bertanya seputar Imunisasi Pada Anak Pentingkah? menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Imunisasi merupakan hal yang diperlukan untuk kesehatan anak anda. Imunisasi booster sama halnya dengan ketepatan imunisasi yang sudah dijadwalkan. Efeknya jadi kurang efektif untuk vaksin yang tidak dilakukan imunisasi booster tersebut sesuai dengan vaksin booster apa yang tidak anda lakukan. Imunisasi ada yang wajib dan ada yang dianjurkan. Jika anda memiliki dana berlebih, kami sarankan untuk mengikuti semua imunisasi yang telah ditentukan oleh IDAI. Namun, jika dana anda terbatas, maka bisa imunisasi yang diwajibkan dahulu.

Simak keterangan di bawah ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal:

Hepatitis B:

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

Polio:

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi dipulangkan. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk oral (OPV) yang lewat mulut) atau inaktivasi (IPV) yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV. (Baca: Imunisasi Polio)

BCG:

Dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, diperlukan uji tuberkulin (tes mantoux).

DTP:

Pertama kali diberikan paling cepat umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun, diberikan vaksin Td, booster setiap 10 tahun.

Campak:

Diberikan dua kali pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Vaksin campak ke-dua tidak perlu diberikan apabila MMR sudah diberikan pada 15 bulan.

Pneumokokus (PCV):

-Bila diberikan pada umur 7–12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir).

-Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir).

-Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali.

Rotavirus:

Monovalen diberikan 2 kali: Dosis I umur 6 – 14 minggu, dosis ke-dua dengan interval minimal 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umue 24 minggu).

Pentavalen diberikan 3 kali: Dosis I 6 – 14 minggu, interval dosis ke-dua dan ke-tiga 4 – 10 minggu, dosis ke-tiga diberikan pada umur kurang dari 32 minggu.

Varisela:

Setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk SD. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Influenza:

Diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali pada anak umur kurang dari 9 tahun, diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Dosis untuk anak usia 6 – 36 bulan adalah 0,25 mL.

Human Papiloma Virus (HPV):

Diberikan mulai umur 10 tahun, meliputi 3 dosis.

Demikian informasi seputar Imunisasi Pada Anak Pentingkah? yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar