Sukses

Gejala Keputihan Pada Wanita
10 Nov 2018, 12:46 WIB
Wanita, 19 tahun.

Hallo dokter. Saya ingin bertanya tentang keluhan saya dan cara mengatasinya dok. Sudah hampir 1 Minggu, vagina pada lubang peranakan saya gatal setelah berhubungan dengan suami saya. 4 hari sempat keputihan yang lumayan banyak. Kadang putih bening, kadang putih susu warna cairan'a. Hampir 1 Minggu pula, saya kadang tidak bisa tahan pipis dan kadang agak sedikit perih pipis'a dok. Untuk saat ini, setiap kali vagina saya gatal itu bisa teratasi apabila BAB. Jadi setiap kali habis BAB, vagina saya sudah tidak gatal lagi dok. Penyakit apa ya itu dok? Dan bagaimana cara mengatasi'a dok? Mohon penjelasan'a dok. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar gejala keputihan menggunakan fitur KlikDokter.com

 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan terdiri dari dua macam, fisiologis (alami) dan patologis (kelainan).

Keputihan alami adalah keputihan yang masih bersifat normal. Karakteristik dari keputihan ini antara lain berjumlah sedikit, cair, bening, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal. Keputihan alami dapat terjadi karena perubahan hormonal selama siklus haid, stres, kehamilan, alat kontrasepsi, dan aktivitas seksual.

Sementara itu, keputihan kelainan adalah keputihan yang tidak normal. Keputihan ini bersifat bau, gatal, dan jumlahnya cukup banyak. Penyebabnya bisa karena proses infeksi, alergi, benda asing, atau tumor di saluran reproduksi.

Diperkirakan sekitar 75% wanita dewasa di Indonesia pernah mengalami keputihan.

 

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis penyebab keputihan dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada wawancara, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, kapan keputihan mulai dirasakan, sifat-sifat keputihan yang dialami, riwayat menstruasi, KB/ kontrasepsi, hubungan seksual, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan pertanyaan terkait lainnya.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek daerah panggul dan genital. Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan pH cairan keputihan dan pemeriksaan usap vagina. Jika ada indikasi khusus, pemeriksaan lain seperti pemeriksaan darah atau USG juga dapat dilakukan

 

Gejala

Umumnya, keputihan akan menimbulkan gejala berupa perubahan cairan pada vagina (misalnya menjadi kental, berbau, dan berubah warna). Kondisi ini dapat disertai salah satu atau lebih gejala, seperti gatal, nyeri pada area vagina, nyeri saat buang air kecil, perdarahan saat menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seksual.

Selain itu, gejala keputihan juga bisa dibedakan berdasarkan penyebabnya. Keputihan yang disebabkan oleh jamur kandida biasanya tidak berbau atau berbau asam, bersifat gatal, dan menyebabkan kemerahan di luar vagina.

Keputihan yang disebabkan oleh vaginosis bakterialis biasanya memiliki cairan keputihan yang berwarna keabu-abuan dan berbau amis.

Keputihan yang disebabkan oleh klamidia menyebabkan rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil.

Keputihan yang disebabkan oleh penyakit menular seksual trikomoniasis biasanya berwarna kekuningan atau kehijauan, berbuih, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil

 

Pengobatan

Pengobatan keputihan dilakukan sesuai dengan penyebab terjadinya keputihan.

 

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan agar dapat dilakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Demikian informasi seputar keluhan keputihan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 #resikV

0 Komentar

Belum ada komentar