Sukses

TB Extra Paru dan TB MDR
09 Nov 2018, 09:56 WIB
Wanita, 25 tahun.

Selamat pagi dok, Saya mempunyai anak laki-laki beruaia 20 bulan. Pada usia 9 bulan di nyatakan sakit tbc kelenjar dan menjalani perawatan selama 9 bulan, ternyata hasil avenabe masih positif tbc sehingga lanjut sampai 1 tahun. Pada tgl 6 november 2018 ini tepat 1 tahun pengobatan dan anak saya di rontgen lagi tetapi hasilnya masih positif (aktivitas tbc aktif di paru-paru sebelah kiri) sehingga dokter spesialis anak curiga kalau anak saya resisten dan 2 minggu lagi dirujuk ke surabaya untuk tes tbc mdr. Yang saya bingungkan dan belum bisa terima, selama 1 tahun anak saya minum obat rutin tanpa putus, makan banyak, setiap bulan berat badan naik setidak nya 400 gram. Awal penhobatan berat 9 kg sekarang sudah 13,2 kg, anaknya aktif, tidak pernah batuk. Tapi kenapa kuman tbc nya masih aktif ???? Jika ternyata benar tbc mdr saya tidak bisa bayangkan harus pengobatan 2th dan minum obat dirumah sakit, anak saya susah minum obat. Saya baca orang dewasa bakan bahkan mengeluh akan efek samping obat yang luar biasa menyiksa. Tolong bantu jelaskan dok

Terimakasih sudah bertanya seputar masalah TB MDR pada anak dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin secara bersama-sama atau disertai resistensi terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisisn dan pirazinamid.

Gejala fisik yang terjadi apda umumnya seperti gejala TB yang tidak resisten obat, hanya saja pada TB yang tidak resisten, gejala akan membaik hingga sembuh setelah lama waktu pengobatan yang ditentukan, pada umumnya 6 bulan. Umumnya lama pengobatan untuk TB kelenjar (TB diluar paru - paru) membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun, tergantung dengan respon tubuh terhadap pengobatan.

Penularan Kuman TB resisten obat adalah sama seperti penularan Kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Orang yang tertular (terinfeksi) kuman TB resisten Obat dapat berkembang menjadi sakit TB dan akan mengalami sakit TB MDR dikarenakan yang ada di dalam tubuh pasien tersebut adalah kuman TB MDR. Pasien TB MDR dapat menularkan kuman TB yang resisten obat kepada masyarakat disekitarnya.

Resistensi terhadap obat anti TB dapat terjadi akibat pemberikan obat yang tidak tepat, yaitu pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat baik panduan, dosis, lama pengobatan, dan kualitas obat, demikian pula adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.

TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang yang;

-Tidak menelan obat TB Secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan

-Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya

-Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi-kontak erat dengan seseorang yang sakit TB resisten obat, MDR atau TB XDR.

Kunci pencegahan TB MDR adalah dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resistan obat dan dilanjutkan dengan pengobatan dengan obat anti TB tingkat diatasnya (lini kedua). Selain itu perlu juga mengenali faktor resiko yang dimiliki, seperti yang disebutkan diatas, dan menghindarinya.

Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar