Sukses

Penyebab Sering Pilek dan Hidung Tersumbat

08 Nov 2018, 12:01 WIB
Pria, 23 tahun.

Selamat pagi dok, pagi ini saya menemukan ingus yang bercampur darah sepertinya, karena mirip serat tapi berwarna merah. Pada lubang hidung kanan muncul sedikit, sekitar 15 menit kemudian hidung kiri beringus muncul agak banyak, ini kenapa ya dok? Gejalanya memang pilek saya jarang sembuh atau kata lain saya selalu pilek disertai selalu hidung tersumbat. Sudah lama memang pilek dan hidung tersumbat, saya pikir hanya alergi tapi saya rasa akhir-akhir ini selama sebulanan setiap hari tidak pernah absen pilek dan tersumbat. Sampai saya sering sekali sekarang mengambil atau mengeluarkan ingus dari mulut saya sendiri karena hidung saya tersumbat. Mohon konsultasinya dok, terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Keluhan Anda adalah sering pilek, dan ingus bercampur darah dari hidung.  

Melihat dari gejala yang Anda rasakan, kemungkinan Anda menderita rhinitis alergi. Penyebab rinitis alergi paling sering di Indonesia adalah alergen (zat pencetus alergi) inhalan yaitu alergen yang masuk ke dalam tubuh dengan cara dihirup atau melalui saluran napas. Alergen yang paling sering ditemukan pada rinitis alergi di Indonesia atau negara tropis pada umumnya adalah tungau debu rumah, bulu binatang, dan kecoak. Alergen makanan sangat jarang menjadi pencetus rinitis alergi. Keluhan darah yang ada di ingus kemungkinan karena iritasi di dalam hidung. 

Penentuan alergen penyebab rinitis alergi dapat dilakukan melalui riwayat penyakit dan dapat didukung dengan tes alergi baik melalui darah atau pun tes kulit. Hal yang harus diperhatikan selain alergen adalah masalah polutan seperti asap rokok yang dapat merusak saluran napas. Polutan dapat memperberat penyakit alergi di saluran napas seperti asma dan rinitis alergi. 

Gejala dan tanda rinitis alergi:

-Rasa gatal di hidung dan mata-Bersin berulang-ulang-Cairan hidung (ingus) encer-Hidung tersumbat-Bernapas melalui mulutHidung tersumbat dapat terjadi secara bilateral, unilateral atau bergantian. Gejala bernapas melalui mulut sering terjadi pada malam hari yang dapat menimbulkan gejala tenggorokan kering, mengorok, gangguan tidur, serta gejala kelelahan pada siang hari. Gejala lain dapat berupa suara sengau, gangguan penciuman dan pengecapan, serta gejala sinusitis. Gejala kombinasi bersin, ingusan, serta hidung tersumbat adalah gejala yang paling dirasakan mengganggu dan menjengkelkan. Sebagian besar gejala rhinitis alergi Anda alami. 

Rinitis Alergi Diklasifikasikan Berdasarkan Sebagai Berikut:

Berdasarkan persistensi:

Rinitis alergi intermiten, bila gejala berlangsung:-kurang dari 4 hari/minggu

-atau kurang dari 4 minggu

Rinitis alergi persisten, bila gejala berlangsung:-lebih dari 4 hari/minggu

-dan lebih dari 4 minggu

Berdasarkan derajat gangguan:

Rinitis alergik ringan (tidur normal, aktivitas sehari-hari, saat olahraga dan santai normal, tidak ada keluhan yang mengganggu)Rinitis alergi sedang-berat (satu atau lebih gejala, tidur terganggu, aktivitas sehari-hari, saat olahraga dan santai terganggu, gangguan saat bekerja dan sekolah, ada keluhan yang mengganggu)Terapi yang dapat dilakukan antara lain :

Dengan menghindari kontak dengan allergen penyebab, dalam kasus Anda berarti debu sebagai pencetus terjadinya alergi. Anda dapat menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari paparan debu.Pengobatan, dengan menggunakan obat anti alergi golongan antihistamin H-1, yaitu obat yang sering dipakai sebagai lini pertama dalam pengobatan rhinitis alergi atau dengan kombinasi dekongestan oral. Obat golongan kortikosteroid dipilih jika tidak berhasil diatasi oleh obat lain.Pemberian obat-obatan dalam mengobati rhinitis alergi sebaiknya selalu berada di bawah pantauan dokter untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai.

 

Kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah benar Anda mengalami rinitis alergi dan untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar