Sukses

Penularan HIV
08 Nov 2018, 11:38 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok, saya mahasiswa keperawatan, saat PKL saya di suruh ganti tabung oksigen pasien B20, pada saat membuka flowmeter oksigen tangan saya terlihat berdarah saya juga tidak memakai handscoon. Tapi saya tidak ada kontak langsung dengan pasien. Saya hanya kontak dengan lingkungan nya. Apakah ada kemungkinan bisa tertular?

Terimakasih telah bertanya seputar HIV melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda.

Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Dari berbagai literatur dikatakan bahwa seks oral berisiko kecil menularkan HIV. Namun ini tidak berarti tidak akan tertular sama sekali. Beberapa pakar mengatakan terdapat risiko penularan HIV sebesar 3%. Prinsipnya, jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan. Apabila saat oral seks terdapat luka pada daerah kelamin maka risiko penularan akan meningkat. Namun jika tidak ada luka, kecil kemungkinannya.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI). Apabila Anda khawatir tertular, sebaiknya lakukan pemeriksaan darah dalam waktu 3 bulan dari waktu aktivitas seksual dilakukan.

Jenis tes HIV yang paling banyak dilakukan adalah rapid test yang disebut juga uji antibodi. Antibodi dihasil oleh tubuh ketika terpapar/terinfeksi dengan virus seperti HIV maupun bakteri. Tes antibodi akan mencari antibodi/zat kekebalan terhadap HIV di dalam darah atau cairan mulut/ludah. Uji antibodi dapat mendeteksi infeksi HIV paling cepat 3 minggu dari waktu infeksi. Sebagian besar (97%4 hari) individu akan memiliki antibodi yang dapat terdeteksi dalam waktu 3-12 minggu (21-84 hari) dari waktu infeksi. Jika hubungan seksual dipersepsikan sebagai waktu infeksi, maka sebaiknya dilakukan 1 bulan setelahnya agar virus HIV dapat terdeteksi dalam darah (jika memang ada infeksi).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar HIV, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar