Sukses

Mata Minus Diturunkan?

31 Oct 2018, 19:54 WIB
Pria, 26 tahun.

Saya min 2,5 dan calon istri saya min 10. berapa % kemungkinan min mata bisa turun ke anak jika ayahnya min 2,5 dan ibunya min 10? dan apa saja yang harus kami lakukan untuk meminimalkan min turun ke anak? mohon dijelaskan dengan detail dok, terima kasih.

Terima kasih telah bertanya tentang mata minus menggunakan layanan Tanya Dokter

Semoga kami selalu mendapat tempat di hati Anda sebagai sumber informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya.

Salam kami untuk keluarga Anda! Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. 

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik.

Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Miopia dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Secara genetik, myopia memang bisa diturunkan karena hal ini berkaitan dengan proses pertumbuhan mata. Terutama sekali pada mata dengan minus tinggi. Namun, pengaruh lingkungan juga berperan besar seperti terlalu banyak membaca dekat, belajar atau menggunakan komputer. Namun, penelitian terbaru menyebutkan juga teori baru yang menyebutkan bahwa rabun jauh disebabkan karena kurangnya paparan sinar matahari pada mata anak.

Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit. Untuk itu, jika memang orangtua atau anggota keluarga sebelumnya tidak ada yang memiliki minus tinggi maka mata anak juga cenderung tidak memiliki minus tinggi. Namun, tanpa orang tua dengan mata minus, anak dapat memilik mata minus bergantung pada kebiasaannya.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.  Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Untuk itu, makanan yang banyak mengandung antioksidan, seperti vitamin A, C dan E juga berperan untuk mencegah penambahan minus. Lebih lanjutnya, sebaiknya anak juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup dan mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar