Sukses

Tensi Darah Naik Turun

31 Oct 2018, 14:00 WIB
Pria, 58 tahun.

Dokter yang baik, Saya beberapa hari ini tensinya naik turun, pernah yang tertinggi 180/100, saat itu berkisar naik turun dengan cepat, dari tensi tinggi pagi hari, sorenya setelah istirahat jadi 120/80, kemudian esoknya sempat naik lagi 170/100 bahkan ketika itu sempat mata saya sebelah kiri merah karena pecah pembuluh darahnya, sore harinya jadi 130/80, satu jam kemudian di tempat yang sama tensinya naik lagi jadi 140/90. Tapi memang kondisi tensinya khir2 ini yang atas sekitar 130-160 bawah berkisar 70-100, naik turun nggak karuan. Kemudian pundak sampai leher tegang, dan kepala sakit cleng2an dan dahi (di atas mata) sering tegang. Dicek kolesterol memang selalu tinggi, cek terakhir 259. Kondisi ini bagaimana ya Dok, saya kuatir jika kena stroke.., apakah ada kemungkinan bisa seperti itu?

Terima kasih telah bertanya tentang Tensi Darah Naik Turun melalui fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya Kami akan sedikit membahas mengenai tekanan darah manusia.

Tekanan darah terdiri atas tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanana sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah dan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat.

Normalnya tekanan darah sistolik < 120 mmHg dan tekanan diastolik < 80 mmHg. Tekanan darah sistolik 120 -139 mmHg dan diastolik antara 80-89 mmHg masuk dalam kategori prehipertensi. Sedangkan tekanan darah sistolik >140 mmHg dikategorikan sebagai hipertensi begitu pula dengan tekanan diastolik >90 mmHg.

Jika setelah beberapa kali pemeriksaan didapatkan hasil tekanan darah lebih tinggi dari normal, dapat dikatakan bahwa menderita darah tinggi. Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenangKurangi berat badan.Kurangi asupan garamKurangi mengkonsumsi makanan yang digorengPerbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuranBerhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol

Jika dengan melakukan perubahan gaya hidup tersebut tekanan darah tetap tinggi, maka diperlukan terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi. Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan rasa pusing atau sakit kepala dan sekitar leher. Terapi obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan pada banyak kasus memang diperlukan seumur hidup agar tekanan darah terkontrol. 

Pada dasarnya, penggunaan obat anti hipertensi dapat dihentikan jika tekanan darah terkontrol. Hal ini memerlukan pemantauan dan pemeriksaan rutin. Bila tekanan darah Anda sudah terkontrol baik, tidak memburuk lagi, dan stabil terkontrol baik hanya dengan modifikasi diet dan olah raga maka pengobatan dapat dikurangi untuk kemudian dihentikan bila memungkinkan. 

Pada kenyataannya, sebagian besar penderita hipertensi perlu mengkonsumsi obat seumur hidup untuk mengontrol tekanan darah tubuh karena sangat sulit untuk mendapatkan kondisi ideal seperti yang disebutkan di atas. Kondisi yang kami sebutkan di atas sangat jarang terjadi, namun bukan tidak mungkin. Untuk itu, kontrol yang rutin dan teratur dengan dokter Anda sangat diperlukan untuk pemantauan hipertensi dan juga pemantauan terjadinya komplikasi. Bila obat dihentikan ketika tekanan darah belum terkontrol dengan baik, maka hipertensi akan terus menyebabkan komplikasi secara sistemik, seperti menyebabkan stroke, gagal ginjal, gagal jantung, dan masalah penglihatan.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Tensi Darah Naik Turun. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar