Sukses

Penyebab Wajah Pucat dan Rhinitis Alergi
27 Oct 2018, 09:49 WIB
Pria, 17 tahun.

Halo dokter... Izinkan saya bertanya tentang masalah kesehatan yang saya alami. Perkenalkan nama saya Ardy, umur 17thn, tinggi badan 170cm, berat badan 76kg. Saya adalah siswa pelajar SMK kelas 3 sekarang. Masalah yang saya alami saat ini adalah wajah terasa pucat. Sebelumnya, izinkan saya untuk bercerita tentang kronologi yang saya alami agar Anda bisa merespon apa yang saya tulis ini. Dan mohon kepada dokter untuk menjawab pertanyaan saya ini dan berikan saran agar saya sembuh. Saya mengalami wajah pucat ketika memasuki bangku SMP. Dulu ketika SD saya masih merasa nyaman dengan diri sendiri dan wajah setiap harinya terasa segar tdk pucat. Tapi ketika memasuki SMP hampir setiap harinya itu wajah terasa pucat dan saat SMP mata ku juga terasa tidak nyaman, matanya jadi lemas dan tidak melek/melotot. Keadaan ini saya rasakan ketika menjelang siang hari dan pada siang hari. Hal ini membuatku hampir putus asa karena dg keadaan ini saya sangat tidak nyaman. Saya malas untuk berinteraksi dg teman teman tetapi saya tetap memaksakan diri sendiri. Keadaan ini membuat saya tidak aktif atau giras dalam menjalani hidup. Terkadang jika wajah terkena air biasanya saat wudhu itu rasanya tidak nyaman banget. Dalam pikiranku mungkin keadaan ini karena saya jarang jajan waktu kelas 7 - 8 dan makan ketika pulang sekolah(Kelas 9 saya sering jajan/makan). Tapi ketika pulang sekolah jam 2 an saat di rumah itu berangsur pulih dan nyaman di wajah dan diri sendiri walaupun terkadang tidak sembuh sampai sore hari. Berlanjut ketika di bangku SMK, yang saya rasakan tidak jauh berbeda. Namun bukan wajah pucat saja yang saya rasakan tapi bagian mulut dan sekitarnya terasa tidak nyaman banget. Sehingga ketika berinteraksi terasa tidak nyaman dan kadang pun jadi garing. Keadaan saya ini berlangsung saat menjelang waktu dhuhur dan setelahnya. Kadang juga malah dari pagi. Jadi ketika saya terkena air mukanya saat wudhu/cuci muka itu muka langsung gak nyaman banget apalagi ditambah mulut juga gk nyaman. Untuk menyiasati ini biasanya saya gk dulu ikut sholat dhuhur di sekolah agar muka tetap nyaman walaupun keadaan juga tidak jauh beda. Tetep aja gak enak sih tapi lumayan untuk tetap semangat sekolah. Jadi keadaan ini membuat saya malas untuk berinteraksi dengan orang lain walaupun oleh saya tetap memaksakan dengan rasa yang tidak nyaman di wajah. Saya jadi kurang aktif dan juga terkadang juga dibarengi dg ngantuk. Walaupun itu saya tetap profesional dan menunjukkan seakan tidak ada apa apa di diri saya ini. Jadi setiap siang hari itu langsung mata pucat, wajah pucat mulut pucat dan rasanya gak nyaman banget. Terkadang dibarengi dengan ngantuk Saya sudah mengintrospeksi diri sendiri. Saat keadaan itu terjadi saya pake doa doa, dzikir agar penyakit ini sembuh. Karena takutnya ada gangguan syetan. Tapi tetap tidak manjur. Kemudian saya introspeksi lagi. Apa yang salah? Saya hobinya olahraga, hampir setiap hari olahraga tapi tetap saja penyakit itu menyerang saat siang hari. Ini karena apa? Olahraga sudah terpenuhi. Mungkin karena saya jarang minum ketika di sekolah/saat keadaan itu terjadi. Tp tdk mungkin lah, saya pernah mencoba minum terus saat terkena keadaan tersebut tapi tetap saya tidak sembuh. Kemudian saya berpikiran bahwa mungkin saya kurang tidur.Tapi setelah tidur terpenuhi tetap saja sama. Walaupun pernah/terkadang saat terkena pucat gk nyaman di wajah kemudian saya tidur atau ketika itu saya kan pulang sekolah dan tidur lah saat bangun keadaan lumayan baik. Jadi saya beranggapan kurang istirahat atau bagaimana lah. Rasa yang saya alami itu nggak lemas pada tubuh, tenaga/semangat itu masih kuat atau ada tapi yang mengganggu itu wajah saya terasa pucat dan tidak segar ditambah mulutnya juga ikut ikutan. Saya sudah ngaca tapi kelihatannya normal normal saja. Untuk olahraga kuat. Tapi itu wajahnya terasa pucat gak berenergi. Tapi pernah suatu hari itu gak terjadi apa apa dan seperti sembuh, tp tdk berlanjut di hari kemudian. Saya kalo pagi sering BERSIN BERSIN. Saya tidak putus asa, terus mencari penyebabnya mungkin ini anemia, jadi saya sekarang lebih banyak makan dan minum dan setelah pencarian ini, saya mencoba beli Sangabion penambah darah dan saya makan rutin sehari 1x tapi hasilnya tetap sama tidak ada perubahan pada tubuh. Hingga akhirnya saya bertanya melalui tulisan ini, apa yang sebenarnya saya alami? penyakit apa? saya rasa saya sudah sehat karena sering olahraga tubuh juga gemukan dan bisa dibilang gagah. Saya hampir putus asa dengan keadaan ini. Sebenarnya saya ingin mengecek ke dokter tapi rasanya sungkan dan juga masalah biaya juga sih. Tapi pasti di kemudian hari akan ke dokter kok. Mohon maaf apabila penyampaian kurang jelas maupun kurang tepat. Saya hanya ingin menyampaikan keluhan saya saja. Mohon responnya dokter. Semoga yg memberikan respon akan bertambah rezeki di dunia dan pahala yang banyak. Aamiin

Terima kasih telah bertanya seputar Penyebab Wajah Pucat dan Rhinitis Alergi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan yang Anda sampaikan dapat disebabkan oleh berbagai penyebab. Tentu sulit bagi kami untuk mendiagnosis apa yang Anda alami tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Diperlukan sesi tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan suatu penyakit. Kami menyarankan agar Anda berkoordinasi terus dan berdiskusi dengan dokter Anda untuk mencari tahu penyebab keluhan lemas dan pucat Anda. Dalam kesempatan ini, izinkan kami untuk menjelaskan tentang salah satu penyakit yang mempunyai gejala pucat dan lemas yaitu anemia atau kekurangan darah yang memiliki gejala pucat.

Kurang darah atau dalam dunia medis disebut dengan anemia merupakan kondisi yang disebabkan karena menurunnya jumlah sel darah merah. Sel darah merah mengandung komposisi hemoglobin yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh sel tubuh manusia. Kekurangan sel darah merah ini akan mempengaruhi proses transportasi oksigen dan karbondioksida dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan gejala dan tanda sebagai berikut letih, lesu dan lemas, cepat lelah, jantung berdebar-debar tanpa sebab yang jelas atau pada saat berolah raga, napas yang terengah-engah, terutama pada saat berolah raga, sulit berkonsentrasi, pusing, sakit kepala, pucat, kesemutan atau kedinginan pada tangan dan kaki serta sulit tidur.

Anemia dapat disebabkan oleh banyak hal seperti kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B-12, penyakit kronik, kehamilan dan kehilangan terlalu banyak darah seperti pada saat menstruasi.

Penanganan anemia sendiri bervariasi mulai dari konsumsi suplemen hingga tindakan medis terkait yang akan disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagian besar kasus anemia di indonesia terjadi akibat kekurangan zat besi. Terapi zat besi diberikan jika anda mengalami anemia defisiensi besi, namun tak jarang pula pada kasus anemia yang berat memerlukan tindakan transfusi darah. Pada dasarnya penanganan anemia diberikan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya setelah dilakukan pemeriksaan.

Anda dapat mencoba mengurangi aktivitas agar tidak berlebihan, istirahat yang cukup, makan teratur dengan menu gizi seimbang, banyak minum air putih, dan berolahraga teratur (minimal 3x per minggu). Suplemen dasar yang dapat dikonsumsi, namun asupan nutrisi yang bergizi kaya buah dan sayur akan lebih baik.

Untuk mengetahui penyebab yang mendasari suatu anemia dan perencanaan terapi yang tepat, diperlukan pemeriksaan menyeluruh dimulai dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan laboratorium yang diperlukan. Oleh karena itu, untuk dapat mendiagnosis dan terapi yang sesuai kondisi Anda, kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Rhinitis alergi adalah penyakit peradangan yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien-pasien yang memiliki atopi (riwayat alergi), terpapar dengan allergen (zat/materi yang menyebabkan timbulnya alergi) yang sama serta meliputi mekanisme pelepasan mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan allergen yang serupa. Rhinitis  alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan allergen. Faktor yang menjadi pencetus kelainan ini bermacam-macam antara lain adalah genetik(bawaan), lingkungan(suhu,kelembaban), makanan, obat-obatan, debu, dan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Terapi yang paling ideal adalah dengan menghindari kontak dengan faktor pencetus. Artinya, sebagai langkah pencegahan adalah dengan mengenai alergen (pencetus alergi)anda, kemudian sedapat mungkin menghindarinya. Selain itu, perlu juga melakukan perubahan gaya hidup sehat dan meningkatkan kekebalan tubuh, dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga.

Sedangkan untuk Pengobatan, di Indonesia umumnya Penyakit ini di terapi dengan penggunaan obat antihistamin seperti cetirizine, loratadine, dan CTM atau dengan kombinasi dekongestan oral seperti efedrin, pseudoefedrin, dan fenilpropanolamin. Obat Kortikosteroid dipilih jika gejala utama sumbatan hidung bila tidak berhasil diatasi oleh obat lain.

Apabila tidak menunjukkan perbaikan, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan  dokter spesialis THT atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi.

Demikian informasi seputar Penyebab Wajah Pucat dan Rhinitis Alergi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar