Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Nyeri Vagina Saat Berhubungan Intim
26 Oct 2018, 16:56 WIB
Pria, 28 tahun.

Hai Dok, aku wanita 28 tahun, aku sudah menikah selama 2 tahun. Gini dok, saat awal menikah, kami melakukan malam pertama, dan seperti wanita pada umumnya, vagina saya terasa sakit, karena saya baru pertama melakukan hubungan intim, tetapi sepertinya selaput dara saya belum sobek, karena penis suami saya hanya baru masuk sekepala saja. Berkali-kali kami mencoba, tetapi tidak kunjung masuk semua. Rasanya sulit sekali. Dikarenakan aku selalu deg-deg'an dan tegang. Saat terasa sakit, aku selalu menyuruh nya untuk stop. Padahal foreplay nya sudah bagus, aku sudah terangsang, karena aku sangat terangsang jika klitoris ku sudah dimainkan oleh nya. Tetapi saat pertengahan selalu seperti itu. Karena kesibukan kami berdua, kami jadi jarang sekali berhubungan. Dan aku pun seperti ragu, takut akan rasa sakit itu, karena saat pertama pun aku merasakan sakit luar biasa saat kencing. Setelah tanya ke teman2ku yg lain, memang seperti itu katanya. Nah setelah setahun tidak pernah berhubungan karena kami LDR, dia tugas keluar kota waktu itu,nah skrg sudah selesai, akhirnya kami sekarang mulai mencoba lagi. Saat ia memasukan penis nya, masih tetap masuknya hanya sekepala, saat ditekan, luar biasa sakit nya dok.. padahal aku sudah merasakan nikmat, saat klitoris ku di rangsang, aku biasa bermasturbasi dengan menggoyang2 klitoris ku sendiri. aku harus bagaimana ya dok ? apa ada yang salah dengan aku ? apa rasa sakit nya seperti itu ya ? aku bingung sekali, karena suami ku juga perjaka, jadi dia pun bingung, memasukan nya dimana, apalagi aku dok.. aku bingung banget..

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi keringkurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurangvaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  • infeksi pada vagina
  • luka pada vagina
  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeriperadangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Kurangnya melakukan 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina anda kurang. Hal ini menyebabkan penetrasi penis terasa sangat sakit.  Namun, akibat rasa sakit yang berulang setiap kali melakukan hubungan seksual maka di dalam diri anda muncul trauma atau perasaan takut untuk mengalami sakit yang sama, mungkin hal ini tidak anda sadari, namun alam bawah sadar anda merasakan hal tersebut. Akibatnya, vagina anda berkontraksi tanpa anda sadari (dikenal dengan vaginismus). Meskipun suami sudah melakukan pemanasan yang cukup lama, namun kontraksi dinding vagina yang tidak anda sadari ini menyebabkan penetrasi penis kedalam vagina menjadi lebih sulit (hingga suami anda merasa ada yang mengganjal di dalam vagina), dan anda tetap merasa sakit saat dilakukan penetrasi penis ke dalam vagina anda.

Jika vaginismus terus terjadi dan hubungan seksual terus dipaksakan, bukan tidak mungkin dinding vagina anda akan robek dan mengalami luka yang akan memperberat rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini.
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina istri anda.

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, dll.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga membantu 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar