Sukses

Sleep Paralysis

16 Oct 2018, 23:33 WIB
Wanita, 21 tahun.

Saya sering mengalami sleep paralysis? Apakah itu berdampak buruk untuk kesehatan saya?

Terima kasih telah bertanya seputar Sleep Paralysis menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Sleep paralysis atau paralisis tidur, merupakan kondisi di mana seseorang berada dalam keadaan sadar namun tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Hal ini umumnya terjadi pada saat seseorang berada pada masa transisi di antara tertidur dan terjaga.

Pada saat seseorang mengalami sleep paralysis, dalam periode transisi tersebut, ia dapat mengalami kesulitan bergerak atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Sebagian orang juga dapat merasakan tekanan atau rasa tercekik.

Sleep paralysis dapat menyertai beberapa gangguan tidur lainnya. Misalnya narkolepsi, yang merupakan rasa kantuk yang sangat berlebih akibat dari ketidakmampuan otak untuk meregulasi pola tidur.

Diduga bahwa sekitar 4 dari 10 orang pernah mengalami sleep paralysis. Kondisi yang cukup sering ini umumnya pertama kali disadari pada usia remaja, dan dapat dialami baik oleh pria maupun wanita. Sleep paralysisdapat juga menurun pada anggota keluarga.

Beberapa faktor yang dikaitkan dengan sleep paralysis adalah:

Kurangnya tidurJadwal tidur yang berubah-ubahKondisi kejiwaan tertentu seperti stres dan gangguan bipolarTidur telentangMengalami gangguan tidur lain seperti narkolepsi atau kram kaki pada malam hariPenggunaan obat-obatan tertentuRiwayat penggunaan obat-obatan terlarang

Tanda dan gejala dari sleep paralysis dapat mencakup:

  • Mengalami kesulitan untuk menggerakkan tubuh selama beberapa detik hingga beberapa menit sesaat sebelum tertidur atau sesaat setelah bangun
  • Dalam keadaan sadar
  • Tidak dapat berbicara saat episode terjadi
  • Mengalami halusinasi atau sensasi yang menyebabkan rasa takut
  • Merasa tekanan pada dada
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Berkeringat

Mengalami nyeri kepala, nyeri otot, dan rasa paranoid Selain itu, beberapa hal lain yang juga dapat dialami adalah:

  • Rasa khawatir mengenai sleep paralysis yang dialami
  • Rasa lelah sepanjang hari
  • Kesulitan tidur pada malam hari

Diagnosis dari sleep paralysis dapat ditentukan dari wawancara medis yang mendetail dan pemeriksaan fisik secara langsung.

Dokter juga dapat mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai pola tidur seseorang dengan bertanya mengenai keluhan yang dialami dan meminta penderita untuk membuat agenda tidur selama beberapa minggu, guna mencatat jam tidur dan jam bangun setiap harinya serta adanya keluhan yang dialami pada malam tersebut.

Selain itu, dokter juga dapat menanyakan adanya riwayat gangguan tidur sebelumnya, baik pada penderita maupun anggota keluarga penderita.

Dokter juga dapat meminta untuk dilakukan sleep study atau pemeriksaan pada saat tidur, di mana seseorang menginap di laboratorium tidur dan dievaluasi mengenai kondisi dan kualitas tidurnya, serta adanya gangguan tidur yang dialami.

Penanganan yang dilakukan pada situasi tersebut dapat mencakup:

  • Memperbaiki pola tidur, seperti memastikan bahwa seseorang mendapatkan waktu tidur sekitar enam hingga delapan jam setiap harinya
  • Mengatasi masalah kesehatan jiwa lain yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya sleep paralysis
  • Menangani gangguan tidur lain yang dapat terjadi, seperti narkolepsi atau kram kaki pada saat terbangun dari tidur
  • Dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk meregulasi pola tidur

 

Beberapa hal dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya sleep paralysis, termasuk:

  • Memastikan bahwa seseorang mendapatkan durasi dan kualitas tidur yang baik, dengan mengatur jadwal tidur dan bangun yang sama setiap harinya, serta memastikan bahwa ruangan tidur dalam kondisi sunyi, gelap, dan sejuk untuk mempermudah seseorang tertidur
  • Mengatasi stres
  • Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi diet gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin

Kami sarankan jika keluhan semakin mengganggu Anda sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penangan yang sesuai.

Demikian informasi seputar Sleep Paralysis yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar