Sukses

Pertanyaan - #264111
12 Okt 2018, 13:49 WIB
Pria, 21 tahun.

dok, kenapa ya ada benjolan di daerah puting saya dan itu tidak hanya satu dan ada pada dua payudara saya. dan terkadang saya juga merasakan nyeri pada payudara saya tapi tidak pada benjolan tersebut. terimakasih

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.

Halo, Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sejak kapan keluhan ini dirasakan oleh Anda? Apakah teraba benjolan pada bagian payudara lainnya? Apakah ada gejala lain seperti kulit payudara kemerahan, bengkak, nyeri saat disentuh, demam, payudara teraba panas?

Apakah Anda saat ini sedang menyusui?

Dibutuhkan pemeriksaan fisik secara langsung untuk mengetahui benjolan di puting seperti yang Anda maksud. Bisa saja itu merupakan kelenjar susu dan jaringan yang mengalami pengerasan atau penggumpalan atau tumor baik jinak maupun ganas.

keluhan payudara bengkak disertai demam bila Anda menyusui,dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti radang kelenjar susu(mastitis), galaktokel, tumor jinak dan lain sebagainya. Pada radang kelenjar susu(mastitis) dapat memberikan gejala seperti terdapat gumpalan(teraba sebagai benjolan) yang terasa nyeri di payudara, kulit kemerahan, nyeri pada payudara yang disertai dengan keluarnya nanah dan darah dari puting payudara serta demam. Galaktokel adalah kista yang berisi susu yang terjadi pada wanita yang sedang hamil atau menyusui. Kista adalah ruang berisi cairan yang dibatasi sel-sel glandular. Kista terbentuk dari cairan yang berasal dari kelenjar payudara. Seperti kista lainnya, galaktokel tidak bersifat seperti kanker. Biasanya galaktokel tampak rata, benjolan dapat digerakkan, walaupun dapat juga keras dan susah digerakkan. Benjolan tersebut bisa diakibatkan karena sumbatan saluran air susu.

Memang sebaiknya dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung untuk memastikan diagnosis penyakit Anda sehingga dapat diberikan pengobatan yang optimal. Jadi kami sarankan agar berkonsultasi ke dokter bedah untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut. Selain itu Anda dapat mencoba mempraktekkan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) untuk menskrining ada kelainan payudara lain atau tidak.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar