Sukses

Pertanyaan - #263895
12 Okt 2018, 13:47 WIB
Wanita, 22 tahun.

dok.. saya sudah kurang lebih 3 minggu ini mengalami batuk berdahak disertai dengan sesak nafas. sudah pergi ke dokter dan diberi obat (tera f, grafachlor, dan floxigra 500).. menjelang obat habis, sesak nafas mulai menghilang. tapi ketika obat sudah habis, sesak nafas datang lagi. lalu saya membeli lagi obat seperti resep dokter tadi. dan hasilnya ttp sama.. ketika obat sudah habis sesak kambuh kembali.. bagaimana menurut dokter? apakah saya lebih baik membeli obat lagi seperti resep dokter atau pergi menemui dokter lagi?? Mohon pencerahannya dok.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai penyebab sesak napas.

Sesak napas dapat menjadi salah satu gejala dari berbagai macam penyakit. Untuk itu perlu dijelaskan sifat sesak napas yang Anda alami saat ini. Sejak kapan sesak napas Anda rasakan? Apakah sesak napas dirasakan secara tiba-tiba? Apakah sesak napas dipengaruhi aktivitas atau pun posisi? Apakah sesak napas dirasakan dalam situasi lingkungan tertentu (misalnya dalam keramaian)? Apakah sesak napas dirasakan setelah makan? Atau adakah keluhan lain yang menyertai sesak napas Anda?

Dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru), gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung) atau gangguan sistem pencernaan (lambung)

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jariAdanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :
  • Asma : batuk, mengi
  • Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)
  • Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan
  • Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak napas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya.

Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak napas merupakan akibat dari kombinasi keduanya.

Obat yang Anda konsumsi sebelumnya untuk meredakan sesak napas. Namun apakah bisa diulang atau tidak tergantung pemeriksaan nanti oleh dokter Anda. Bisa saja ada infeksi sekunder atau disertai dengan gejala sesak mengarah ke diagnosis lainnya. Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Oleh karena itu sebaiknya Anda tetap berkonsultasi langsung dengan Dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam untuk mendiagnosis keluhan yang Anda alami.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai penyebab sesak napas. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar